SBMPTN 2019 : Ini Penyebab UGM Tak Masuk dalam 10 Besar Kampus Paling Diminati

Logo UGM. - JIBI
11 Juli 2019 11:17 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM, Prof Djagal Wiseso Marseno menanggapi UGM yang terlempar dari daftar 10 besar perguruan tinggi negeri (PTN) paling diminati pendaftar pada SBMPTN 2019.

Djagal menyebut bahwa hal itu bisa dimaklumi. Karena calon mahasiswa sudah punya nilai, lewat ujian tulis berbasis komputer (UTBK) yang telah lebih dulu digelar, calon mahasiswa sudah mengukur dirinya sendiri.

"Mereka bisa masuk perguruan tinggi [PT] mana, PT yang mereka anggap sulit dan persaingan banyak [seperti UGM]. Jadi mereka menghindari UGM, ITB dan mereka memilih PT yang menurut meraka mampu untuk bersaing di sana," katanya, Rabu (10/7/2019).

Rektor UNY, Prof.Sutrisna Wibawa menjelaskan, sistem baru SBMPTN yang menerapkan UTBK mengurangi hiruk-pikuk nasional.

"Dulu tes sehari menyebabkan hiruk-pikuk nasional, jalanan macet di mana-mana. Kalau UTBK pelaksanaannya Sabtu-Minggu, mengurangi macet.

"UTBK juga membuat peserta bisa mengukur sendiri, dengan nilai yang dimiliki, mereka itu bisa mendaftar ke mana," paparnya.

Menjadi jajaran 10 besar PTN yang diminati pendaftar SBMPTN, Sutrisna mengakui bahwa UNY telah mempersiapkan diri untuk menjadi PT unggul di Indonesia. Lewat upaya yang dilakukan, prestasi yang diraih institusi dan sivitas akademisnya, masyarakat sudah bisa menangkap perkembangan di UNY, sehingga membuat minat ke UNY menjadi tinggi.

Lebih jauh ia menerangkan, hasil nilai yang diraih peserta UTBK, bisa digunakan kembali untuk mendaftar ke UNY, lewat jalur seleksi mandiri, bila tidak diterima lewat SBMPTN.

"Nanti nilai meraka diranking, untuk memilih prodi lewat jalur ini butuh strategi. Jangan ambil jurusan yang sama seperti waktu UTBK, nanti nilai UTBK peserta langsung dimasukkan ke dalam sistem [seleksi mandiri]," ungkapnya.