Tak Diminati, Jurusan di Beberapa SMK Akan Ditutup

Sejumlah siswa melakukan verifikasi berkas untuk mendaftar SMA/SMK di Balai Dikmen Gunungkidul, Jumat (21/6/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
11 Juli 2019 20:32 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY berencana mengevaluasi sejumlah jurusan yang tak diminati di sekolah menengah kejuruan (SMK).

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Disdikpora DIY, Didik Wardaya, mengatakan jurusan yang ada di tiap SMK di DIY harus berorientasi dan selaras dengan dunia kerja.

"Jurusan yang peminatnya rendah dalam PPDB juga perlu dievaluasi, misalnya jurusan terkait audio dan video. Di sekolah tertentu peminatnya berkurang yang sebelumnya rata-rata menerima tiga kelas, pada PPDB 2019 turun menjadi dua kelas," ujarnya, Kamis (11/7).

Ia menjelaskan evaluasi dilakukan agar setiap jurusan bisa menyesuaikan dengan dunia kerja atau agar jurusan yang ada bisa menyesuaikan dengan tuntutan zaman. "Artinya, misalnya jurusan administrasi itu sudah harus disesuaikan dengan era sekarang yang computerized, dan jurusan kelautan bisa mengembangkan jurusan tertentu," kata dia.

Menurut Didik, jurusan tertentu kemungkinan akan ditutup berdasarkan kajian terhadap tingkat kebutuhan dan animo masyarakat terhadap jurusan tersebut. "Evaluasi dilakukan seiring berjalannya PPDB 2019, sekolah yang kurang siswa jurusannya apa, itu perlu kami kaji," katanya.

Didik menyatakan tidak terpenuhinya kuota sekolah bisa juga disebabkan karena lokasi sekolah yang jauh dari domisili calon siswa, atau karena jumlah populasi anak lulusan SMP tidak seimbang dengan daya tampung sekolah. "Tapi kami masih belum bisa menjelaskan secara pasti jurusan apa saja dan di sekolah mana saja yang akan dievaluasi. Semua masih kami kaji," ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, mengungkapkan berdasarkan data ada beberapa jurusan SMK yang perlu dievaluasi, khususnya untuk mempertimbangkan penutupan jurusan atau membuatnya selaras dengan kebutuhan dunia kerja. "Jurusan yang perlu dievaluasi yaitu jurusan yang bisa diisi oleh anak lulusan lain. Misalnya jurusan administrasi tidak harus lulusan SMK juga bisa," kata dia saat membuka kegiatan LKS SMK 2019, beberapa waktu lalu.

Berdasar data yang ada, terdapat 1.250.000 siswa jurusan administrasi. Diperkirakan, dari jumlah sebanyak itu lahir 300 lulusan yang tidak lebih dari 50% di antaranya terserap di dunia kerja.

"Kalau pemda tidak berani mengevaluasi atau menutup maka harus ada jurusan baru yang dibutuhkan dunia kerja. Kalau tidak dilakukan, maka tidak sambung antara kebutuhan dan permintaan," kata pria yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud itu.