Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Anak-anak dan remaja berlatih menari di Ndalem Suryowijayan, Jogja./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab bersama-sama dengan DPRD Gunungkidul sepakat untuk memperjuangkan pembangunan SMK jurusan seni di Bumi Handayani. Adapun lokasi yang dipilih berada di Kapanewon Paliyan.
Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti mengatakan, pihaknya mendukung pendirian sekolah seni di wilayah Gunungkidul. Pasalnya, dari sisi seni tradisi hingga budaya dapat tumbuh sumbur dan terus terpelihara hingga sekarang. “Peminat seni juga banyak,” kata Ery, Kamis (1/5/2025).
BACA JUGA: Dinas Sosial Gunungkidul Sebut Ada 63 Anak Mendaftar Sekolah Rakyat
Menurut dia, sekolah menengah untuk jurusan seni itu paling cocok didirikan di Kepanewon Paliyan. Wilayah ini menjadi lokasi yang pas karena belum ada SMA atau SMK yang berdiri.
Politikus Golkar ini mengungkapkan, ada beberapa lokasi yang cocok untuk dibangun gedung SMK seni di Paliyan. Adapun lokasinya seperti di Kalurahan Mulusan, Grogol dan Karangasem.
“Lokasi untuk membangun sekolah ini dibutuhkan lahan dengan luas lima sampai enam hektare. Saya kira di ketiga kalurahan masih mencukupi lahan yang dimiliki guna mewujudkan adanya sekolah tingkat menengah di Kapanewon Paliyan,” kata Ery.
Menurut dia, untuk penyediaan lahan masih dalam tahap pembahasan bersama. Ery optimistis, Pemkab Gunungkidul dapat membebaskan tanah guna mendukung pembangunan tersebut.
“Setelah pengadaan tanah selesai bisa dihibahkan. Nantinya, kalau terealisasi, jurusan sekolah tidak banyak-banyak, tapi benar-benar diminati sehingga pembelajaran bisa dioptimalkan,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mendukung penuh usulan pembangunan sekolah kejuruan seni di Kapanewon Paliyan. Usulan tersebut sudah disampaikan dan disambut dengan baik oleh Pemerintah DIY.
Sejumlah proses untuk pendirian sekolah tersebut mulai dilakukan. Salah satunya dengan kajian lokasi yang akan digunakan untuk pembangunannya.
“Masih proses dan mudah-mudahan bisa segera direalisasikan sekolah seni ini,” kata Endah.
Diharapkan dengan adanya sekolah ini dapat menjadi pusat pendidikan seni bagi warga Gunungkidul tanpa harus keluar daerah. Menurutnya, selain memiliki potensi yang sangat besar, banyak pelajar dari Gunungkidul yang menempuh pendidikan dan mengasah kemampuan seni mereka di SMKI dan SMSR di daerah lain.
“Seniman-seniman banyak berasal dari Gunungkidul. Darah seni pun juga menurun ke anak-anaknya. Untuk mengasahnya, banyak yang kemudian memilih sekolah seni,” kata Endah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.