Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ilustrasi fasilitas IPAL./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Guna mengurangi wilayah kumuh, Pemkab Gunungkidul bakal membangun instalansi pengolahan air limbah (IPAL) komunal di empat desa. Empat desa yang menjadi sasaran program masing-masing Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk; Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari; Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari dan Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Agus Subariyanta, mengatakan empat lokasi dipilih dalam program pembangunan IPAL karena di wilayah tersebut masih ada kawasan kumuh. "Pembangunan IPAL menjadi bagian dari program kebersihan," ujarnya kepada Harian Jogja, Senin (15/7/2019).
Menurut dia, pembangunan IPAL di empat desa yang tersebar di empat kecamatan tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). IPAL di empat desa tersebut polanya swakelola. "Kami hanya menyediakan bahannya, yang mengerjakan IPAL masyarakat sekitar," tuturnya.
Agus menyatakan anggaran yang diperlukan untuk membuat sebuah instalasi IPAL sekitar Rp134 juta. Adapun kendala yang ditemui dalam membuat IPAL komunal ialah ketersediaan lahan. Masyarakat sudah mempunyai sambungan rumah (SR) tetapi perlu tempat pembuangan IPAL komunal yang terpadu. "Lokasi bak IPAL komunal biasanya berasal dari tanah wakaf, hibah, atau tanah kas desa," kata dia.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul, Aris Suryanto, mengungkapkan pembuatan IPAL memanfaatkan gaya gravitasi yakni mengalirkan limbah dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. "Seperti prinsip air," ucapnya.
Terkait dengan pengurangan kawasan kumuh dengan membangun IPAL, Aris menyatakan dalam jangka panjang sebuah IPAL komunal akan melebihi kapasitas daya tampung. Dengan demikian, solusi yang dapat dilakukan oleh masyarakat ialah membangun IPAL secara swadaya. "Pemerintah sifatnya hanya memberi stimulan jadi perlu dukungan dari masyarakat juga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.