Kurangi Kawasan Kumuh, Gunungkidul Bangun IPAL Komunal di 4 Desa

Ilustrasi fasilitas IPAL. - Harian Jogja
15 Juli 2019 20:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Guna mengurangi wilayah kumuh, Pemkab Gunungkidul bakal membangun instalansi pengolahan air limbah (IPAL) komunal di empat desa. Empat desa yang menjadi sasaran program masing-masing Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk; Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari; Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari dan Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Agus Subariyanta, mengatakan empat lokasi dipilih dalam program pembangunan IPAL karena di wilayah tersebut masih ada kawasan kumuh. "Pembangunan IPAL menjadi bagian dari program kebersihan," ujarnya kepada Harian Jogja, Senin (15/7/2019).

Menurut dia, pembangunan IPAL di empat desa yang tersebar di empat kecamatan tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). IPAL di empat desa tersebut polanya swakelola. "Kami hanya menyediakan bahannya, yang mengerjakan IPAL masyarakat sekitar," tuturnya.

Agus menyatakan anggaran yang diperlukan untuk membuat sebuah instalasi IPAL sekitar Rp134 juta. Adapun kendala yang ditemui dalam membuat IPAL komunal ialah ketersediaan lahan. Masyarakat sudah mempunyai sambungan rumah (SR) tetapi perlu tempat pembuangan IPAL komunal yang terpadu. "Lokasi bak IPAL komunal biasanya berasal dari tanah wakaf, hibah, atau tanah kas desa," kata dia.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul, Aris Suryanto, mengungkapkan pembuatan IPAL memanfaatkan gaya gravitasi yakni mengalirkan limbah dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. "Seperti prinsip air," ucapnya.

Terkait dengan pengurangan kawasan kumuh dengan membangun IPAL, Aris menyatakan dalam jangka panjang sebuah IPAL komunal akan melebihi kapasitas daya tampung. Dengan demikian, solusi yang dapat dilakukan oleh masyarakat ialah membangun IPAL secara swadaya. "Pemerintah sifatnya hanya memberi stimulan jadi perlu dukungan dari masyarakat juga," katanya.