Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Sejumlah warga Dusun Bulu, Desa Girimulyo, Kecamatan Girimulyo saat menerima bantuan air bersih, di wilayah setempat, Selasa (18/9/2018). /Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Untuk menghadapi kekeringan di sejumlah wilayah di Kulonprogo, Pemkab Kulonprogo menyiapkan 200 tangki yang siap disalurkan apabila masyarakat kekurangan air saat musim kemarau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Ariadi mengatakan anggaran kedaruratan yang disiapkan salah satunya untuk kekeringan di Kulonprogo masih tersisa sebanyak Rp1,6 miliar. "Kami akan keluarkan apabila sudah dibutuhkan dan sudah ada status tanggap darurat," ujar Ariadi pada Selasa (16/7/2019).
Ia mengatakan, nantinya status tanggap darurat dikeluarkan melalui surat dari Bupati untuk penanganan kekeringan. Anggaran yang disiapkan dari biaya tak terduga di tahun ini total Rp3,6 miliar. Sebelumnya, biaya sudah dikeluarkan oleh Pemkab Kulonprogo untuk penanganan banjir.
Untuk warga yang kekurangan air pihaknya menyiapkan 200 tangki yang akan didroping. Ia mengatakan, selain dari Pemkab Kulonprogo, beberapa pihak seperti Polres dan Polsek di Kulonprogo sudah mulai menyalurkan bantuan air ke beberapa wilayah.
"Kami tunggu kalau sudah masif kebutuhannya. Masyarakat nantinya yang mengajukan permohonan dan apabila dana rutin tidak mencukupi baru kita berlakukan tanggap darurat untuk atasi kekeringan di Kulonprogo," jelas Ariadi.
Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) secara berurutan di wilayah DIY, ada 49 kecamatan yang masuk pada status awas potensi kekeringan meteorologis.
Untuk Kulonprogo, status awas tersebut ada di Kecamatan Kalibawang, Kokap, Panjatan, dan Pengasih. Untuk status awas, HTH terjadi lebih dari 60 hari dengan prospek hujan yang rendah.
Ia mengatakan, pada periode tiga bulan ke depan wilayah DIY diperkirakan masih dalam musim kemarau dengan puncaknya akan terjadi di Agustus. BMKG mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap potensi kekeringan tersebut. "Dampaknya untuk sektor pertanian dengan tadah hujan akan terjadi pengurangan ketersediaan air tanah, juga adanya potensi mudah terjadi kebakaran," jelas Reni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yusaku Yamadera ingin mendapat menit bermain reguler di PSIM Jogja. Ia juga menilai tim perlu mencari solusi menghadapi persaingan Super League.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 23 Oktober 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jam keberangkatannya.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Persik Kediri. Pieter Huistra menyoroti kesalahan pertahanan, keputusan wasit, dan perkembangan permainan tim.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 23 Oktober 2026 di Godean, SIM Corner JCM dan Ramai Mall, beserta syarat perpanjangan SIM A dan C.
KKP menyalurkan tiga sarana pascapanen dan satu kendaraan ATI kepada kelompok usaha perikanan di Kulonprogo untuk meningkatkan daya saing produk.