Dinas Koperasi Kulonprogo Ajak Milenial Urusi Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0

Ilustrasi koperasi.
16 Juli 2019 22:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kulonprogo berupaya menggaet kaum milenial untuk mengurus koperasi di era Revolusi Industri 4.0.

“Kami [Diskop UKM] memiliki pekerjaan rumah menggerakkan kaum milenial agar tertarik bergelut di bidang koperasi. Artinya, kami sedang berupaya memobolisasi generasi milenial menjadi suka atau kemudian tertarik untuk berkoperasi,” kata Kepala Dinas dan UKM Kulonprogo, Sri Harmintarti, Selasa (16/7).

Saat ini pengurus koperasi didominasi oleh orang-orang tua. Kalaupun ada yang berusia muda, tidak benar-benar fokus mengelola badan usaha yang kerap disebut-sebut sebagai soko guru perekonomian Indonesia tersebut. Berbagai alasan muncul, salah satunya sibuk melakoni pekerjaan lain.

Akibatnya, koperasi tidak berkembang secara optimal. Ujung-ujungnya banyak koperasi yang tidak aktif. Berdasarkan data Diskop UKM Kulonprogo, pada 2017 jumlah koperasi sebanyak 365 unit. Jumlah itu terus menyusut hingga pada 2019 ini menyisakan 258 unit. Penurunan ini disebabkan karena koperasi terkendala sumber daya manusia (SDM), pemasaran dan perubahan orientasi.

Atas hal itu, agar koperasi tetap hidup, instansi tersebut melakukan berbagai upaya, salah satunya menggaet milenial. Cara lain, adalah dengan memberi pelatihan kepada pengelola koperasi aktif terkait tata cara pemasaran berbekal teknologi. Ini juga dilakukan agar koperasi bisa siap saat menghadapi Revolusi Industri 4.0.

“Kami dorong dengan literasi digital, bagaimana mereka [kalangan milenial] bisa masuk ke dalam jaringan-jaringan operasional pemasaran digital,” ucap Sri.

Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo turut memberi perhatian terhadap permasalahan yang tengah membelit koperasi. Menurut anggota Komisi II DPRD Kulonprogo, Muhtarom Asrori, koperasi tetap bisa bertahan selama bisa berinovasi dengan menyediakan hal-hal baru dan beda dari yang lain.

Peran otoritas terkait dalam hal ini Diskop UKM Kulonprogo juga sangat dibutuhkan agar mampu merealisasikan koperasi inovatif. “Kalau tidak berani berinovasi, lama-lama pasti mati,” ujarnya.