2.790 Relawan Sleman Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA- Usulan penambahan underpass untuk jalan tol di DIY hanya dibangun di ruas jalan tol Jogja-Solo. Adapun konstruksi untuk ruas jalan tol Jogja-Bawen menyesuaikan kondisi di lapangan.
Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan model konstruksi jalan tol di wilayah DIY baik Jogja-Bawen maupun Jogja-Solo akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Apakah konstruksi nantinya berupa elevated ataupun atgrade, hal itu bagian dari kajian dan perhitungan teknis saja. "Ini terkait dengan plus minus pembangunan. Tingkat kesulitan seperti apa dan biaya seperti apa?," kata Gatot kepada wartawan, Jumat (19/7/2019).
Bagian-bagian yang teknis tersebut, lanjut Gatot, tidak mengubah rencana pembangunan jalan tol untuk kedua ruas tersebut. Baginya, hal itu sudah menunjukkan kemajuan terkait rencana pembangunan jalan tol. "Khusus untuk ruas jalan tol Jogja-Solo ada penambahan underpass di sekitar arah Manisrenggo [Klaten] seusai usulan Sultan," katanya.
Meskipun demikian, Gatot mengaku belum mengetahui halangan apa yang menyebabkan adanya tambahan underpass di ruas jalan tersebut. "Itu persoalan teknis ya. Untuk yang lainnya seperti exit dan entri tolnya juga masih dicermati," katanya.
Untuk ruas tol Jogja-Bawen, menurut Gatot sudah tidak ada persoalan. Pemda DIY juga tidak mempersoalkan apakah entri tol dari wilayah Jawa Tengah ada perubahan. Hal ini terkait dengan akses jalan tol ke wilayah Candi Borobudur. "Kabarnya Magelang tidak mau tol dari sisi barat jalan nasional, maunya dari Timur. Tapi bagi kami tidak masalah, itu sudah sesuai DED," katanya.
Menurutnya, ada beberapa penyesuaian jalan tol Jogja-Bawen seperti koneksi dengan konstruksi jalan Bedah Menoreh. Hal ini diharapkan agar potensi wisata di wilayah Kulonprogo dan Magelang seperti Borobudur juga mendapatkan akses. "Bagaimanapun, jaringan tol harus nyambung dan tidak terputus. Kedua jalan tol ini [Jogja-Bawen dan Jogja-Solo] akan terkoneksi melalui Ring Road," katanya.
Sebelumnya, Dirjen Bina Marga Kemen PUPR Sugiyartanto mengatakan hingga kini finalisasi trase sudah mencapai 70-80%. Jika prosesnya lancar, pihaknya menargetkan lelang keduanya dilaksanakan akhir tahun ini. "Kalau lelang akhirnya tahun ini, maka konstruksi bisa dilakukan awal 2020," katanya di Kepatihan.
Menurutnya, rencana pembangunan jalan tol baik Jogja-Bawen maupun Jogja-Solo perlu melihat berbagai macam aspek sehingga proses penentuan trase membutuhkan waktu yang cukup panjang. "Kami masih membutuhkan satu hingga dua kali pertemuan lagi untuk ground survei dan mencocokkan trasenya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.