Empat Desa di Sleman Dapat Alokasi Restorasi Letter C

Kegiatan restorasi di depo arsip Kabupaten Sleman, Jumat (19/7/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
20 Juli 2019 02:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Sleman pada tahun ini melakukan restorasi terhadap dokumen letter c dan Peta Desa dari empat desa yang ada di Kabupaten Sleman.

Kepala Seksi Pengolaan Arsip Statis DPK Kabupaten Sleman Widyastuti, mengatakan empat desa itu terdiri dari, Desa Sendangmulyo Kecamatan Minggir, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Desa Tegaltirto Kecamatan Berbah, dan Desa Pakembinangun Kecamatan Pakem.

"Namun kita belum bisa merestorasi semuanya, kita kumpulkan dua buku dari masing masing desa, kita juga sesuaikan dengan anggaran yang ada, kita mengutamakan siapa yang terlebih dahulu mengajukan upaya restorasi, toh desa juga tidak serta merta bersedia, sebelumnya harus melalui kerjasama terlebih dahulu," kata Widyastuti, Jumat (19/7/2019).

Widyastuti mengatakan, DPK Kabupaten Sleman sebelumnya telah melakukan pendataan dokumen mana saja yang mengalami kerusakan di tingkat desa.

"Ketika kita melakukan koordinasi dan pendataan di desa, terutama arsip-arsip letter c yang merupakan arsip yang masih digunakan sebelum sertifikat jadi, itu kan cikal bakalnya pergerakan tanah kan dari sini, dan kalau sudah menjadi sertifikat otomatis letter c nya menjadi arsip statis," jelasnya.

Widyastuti menjelaskan, dalam rangka untuk menyelamatkan letter c tersebut dengan adanya dorongan dari Arsip Nasional kemarin, DPK juga sudah mengirim surat ke tiap desa dan SKPD mengenai arsip yang mengalami kerusakan nantinya DPK akan bisa memfasilitasi untuk upaya restorasi.

"Bagi desa yang setuju untuk dilakukan restorasi, nanti mereka diminta untuk mengirimkan dokumen yang akan direstorasi, ada berita acara penyerahannya juga, kemudian setelah itu kita lihat dan kita bersihkan dan nomori dan tak lupa kita urutkan," katanya.

Setelah dilakukan pembersihan, lanjut Widyastuti, lalu akan dilapisi dengan tisu Jepang yang memang diperuntukkan untuk proses restorasi, dan lem yang bermaterialkan magsenium karbonat dan metil selulosa dan Aqua.

"Setelah dilem nanti akan dikeringkan selama semalaman, lalu kita kletek, lalu kita lakukan scan dan kami akan kembalikan arsip tersebut ke desa," terangnya.

Widyastuti mengatakan, karena jumlah personel yang cukup banyak maka DPK membaginya menjadi tim. Tak lupa, DPK juga bekerjasama dengan 21 arsiparis di kabupaten Sleman.

"Sedangkan, arsiparis dari DPK Kabupaten Sleman hanya 7 orang, yang lainnya tersebar di dinas, paling tidak ada 11 orang tiap harinya, rata rata sehari bisa merestorasi 250 lembar dokumen," tutupnya.

Kepala DPK Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi mengatakan memang sudah dalam kurun waktu dua Minggu ini DPK Kabupaten Sleman melakukan upaya restorasi.

"Restorasi arsip merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan arsip, desa dan kecamatan notabene punya tanggung jawab untuk menyimpan dokumen letter c," jelasnya.

Ayu mengatakan, tiap tahun DPK memang mendapat anggaran dari APBD untuk melakukan upaya restorasi. "Volumenya sekarang kita tingkatkan, tahun ini anggaran untuk restorasi sebesar Rp185 juta," tutupnya.