Di Ponpes Ini, Pengobatan Alternatif Pakai Ilmu Tauhid

KH Muhammad Yasin al-mursyid. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
22 Juli 2019 06:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Adhim Ath-Thoyyibah di Dusun Kantongan B RT 01/RW 011 Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Sleman punya cara unik dalam mengobati orang yang sedang sakit, yakni menggunakan metode pengobatan alternatif dengan ilmu tauhid.

Pimpinan Ponpes Manbaul Adhim Ath-Thoyyibah KH Muhammad Yasin al-mursyid mengatakan metode pengobatan alternatif dengan ilmu tauhid bersumber langsung dari Tuhan. "Sistem pengobatannya kita menggunakan energi Gusti Allah," kata dia kepada Harian Jogja, Sabtu (21/7/2019).

Langkah pertama, kata Yasin, dia akan menanyakan tempat kelahiran pasien yang datang berobat kepadanya. Barulah setelah itu ia merukiah pasien. "Kami cari tahu tempat di mana dia lahir, apakah penyakit itu datangnya saat masih di kandungan atau sebelum dia menikah atau sesudah menikah, lalu setelah diketahui asal muasal penyakitnya kemudian kita hancurkan," ujar dia.

Dia mengatakan sistem rukiah yang ia lakukan bukan seperti rukiah untuk pengusiran makhluk halus. "Namun itu adalah upaya untuk melihat kondisi pasien di masa sebelumnya lewat mata batin," kata Yasin.

Dalam mengobati pasien, dia tak dibantu dengan alat atau perangkat lainnya. Pengobatan ia lakukan hanya dengan menanyakan latar belakang khususnya tempat kelahiran si pasien dan kemudian ia mendoakan si pasien sembari menepuk-nepuk tangannya ke lantai beberapa kali. "Metode pengobatan rerata dilakukan selama 5-10 menit. Tidak ada yang membedakan mulai dari kanker, tumor, jantung, gagal ginjal, semuanya sama. Bahkan saya bisa mengobati secara jarak jauh," ucap dia.

Pengobatan alternatif itu, kata dia, sudah ia lakukan sejak 1995, ketika Pondok Pesantren Manbaul Adhim Ath-Thoyyibah didirikan. Pengobatan alternatif dengan ilmu tauhid yang dilakukan oleh Muhammad Yasin ternyata sudah dikenal sebagian besar wilayah Indonesia. Mulai dari pulau Sumatra hingga Kalimantan.

Sedangkan soal tarif, dia menegaskan tak pernah mematok tarif untuk setiap pasien yang berobat kepadanya. "Saya ndak ngejar target, toh yang ke sini juga gak semua orang kaya, seikhlasnya mereka saja," ujarnya.

Rohmat, 44, salah satu pasien Yasin mengaku dia telah divonis mengidap penyakit liver. Namun ketika dia berobat ke pengobatan alternatif dengan ilmu tauhid yang dipimpin oleh Muhammad Yasin penyakit livernya mampu sembuh total. "Saya bahkan dikasih obat sama dokter malah tidak saya minum," ujar dia.