Jelang Penetapan Calon, Panitia Pilur Diminta Cermati Aturan
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
Seorang warga melihat rangka bangunan proyek pembangunan Jembatan Wonolagi di Dusun Wonolagi, Desa Ngleri, Kecamatan Playen, Minggu (21/7/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Wonolagi, Desa Ngleri, Kecamatan Playen, mengeluhkan berhentinya proyek pembangunan Jembatan Wonolagi. Praktis dengan macetnya pengerjaan maka mimpi warga untuk memiliki jembatan yang representatif menjadi semakin lama.
Salah seorang warga Wonolagi, Triyono, mengatakan di akhir 2018 warga mendapatkan kabar baik karena mimpi untuk memiliki jembatan yang bagus segera terwujud. Hal ini terlihat dengan dimulainya proses pembagunan jembatan yang rusak akibat diterjang banjir bandang di 2017.
Meski demikian hingga saat ini mimpi memiliki jembatan itu belum tercapai karena proses pengerjaan macet. “Kami kurang tahu kenapa pembangunan berhenti. Yang jelas macetnya proyek sudah lumayan lama karena sebelum Lebaran sudah berhenti,” katanya kepada wartawan, Minggu (21/7/2019).
Menurut dia berhentinya pembangunan sangat disayangkan karena dari sisi proses, tiang pancang dan rangka sudah mulai terpasang. “Belum semua tersambung, tapi pekerjaannya sudah mulai dan kenapa malah berhenti di tengah jalan seperti ini,” katanya.
Triyono hanya bisa berharap pembangunan bisa dilanjutkan lagi karena fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu warga beraktivitas. “Kami hanya bisa berharap jembatan baru segera dirampungkan,” ujarnya.
Warga lainnya di Dusun Wonolagi, Wagino, menambahkan mimpi warga Wonolagi untuk memiliki jembatan yang bagus sudah sejak lama. Pasalnya, sebelum jembatan rusak diterjang banjir kondisinya sudah memprihatinkan karena lebarnya hanya cukup untuk dilintasi sepeda motor. “Jembatan sempit dan papan kayu penghubung jembatan sudah ada yang rusak,” katanya.
Menurut dia akses masyarakat sangat terbantu dengan adanya jembatan yang melintas di atas Kali Oya ini. “Mudah-mudahan bisa dilanjutkan sehingga tidak jadi bangunan yang mangkrak,” tuturnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala SD Negeri Wonolagi, Karitas Marsudiyanti. Menurut dia jembatan sangat penting bagi masyarakat sehingga saat rusak warga kesulitan untuk beraktivitas. “Warga tidak bisa melintas dan saat beraktivitas harus memutar dengan jarak tempuh yang lebih jauh,” katanya.
Marsudiyanti mengaku senang dengan upaya pembangunan jembatan karena bisa membantu masyarakat dalam beraktivitas. “Tapi malah berhenti sehingga kasihan masyarakat akses yang dimimpikan belum juga terealisasi hingga sekarang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto digelar pada 14 Agustus 2026 karena 16 Agustus bertepatan dengan hari Minggu.
Ditjen PAS DKI Jakarta membantah adanya intimidasi terhadap Nikita Mirzani saat diperiksa di Rutan Pondok Bambu.
Polda Jatim mengungkap 178 kasus kejahatan jalanan selama Juli 2026 dan mengamankan 206 tersangka di seluruh wilayah Jawa Timur.
Pemkot Jogja memastikan pembayaran gaji ASN dan PPPK hingga akhir 2026 aman dengan dukungan DAU dan PAD yang melampaui target.
KPK melimpahkan berkas dakwaan Yaqut Cholil Qoumas ke PN Jakarta Pusat. Sidang kasus dugaan korupsi kuota haji kini menunggu jadwal.