420 ASN Sleman Cuti Massal karena Haji

Ilustrasi. - Bisnis Indonesia/Andi Rambe
22 Juli 2019 16:07 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogjacom, SLEMAN—Sebanyak 420 aparatur sipil negara (ASN) cuti massal lantaran naik haji. Dari total itu, sebanyak 386 termasuk calon jemaah haji, dan sisanya adalah petugas dari Kementerian Agama (Kemenag) Sleman.

Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman Suyono mengatakan jumlah PNS yang berangkat ke Tanag Suci tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Mayoritas yang berangkat, kata dia, merupakan guru, kepala sekolah maupun pejabat eselon.

“Juga ada tiga orang PNS dari golongan eselon II, yakni Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga [Dispora] Agung Armawanta, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa [PMD] Priyo Handoyo, dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Harda Kiswaya,” kata dia kepada Harian Jogja, Senin (22/7/2019).

Terkait dengan urusan ketugasan, Suyono mengatakan untuk Kepala Dispora dan Kepala Dinas PMD, dinasnya menunjuk pelaksana tugas (Plt) dari eselon III atau sekretaris dinas. “Namun khusus BKAD, yang mengisi Asisten Sekretaris Daerah yang membidangi, karena sifatnya strategis berkaitan dengan pengambilan keputusan,” ucap dia.

Soal masa cuti, dia mengaku memberikan cuti kepada para ASN yang menunaikan ibadah haji selama 40 hari. Termasuk dua hari sebelum keberangkatan sampai dua hari setelah pulang. “Karena biasanya di Tanah Suci 36 hari. Itu mereka mengajukan cuti sudah sejak lama,” ujar dia.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Sleman Sidik Pramono menjelaskan ada 1.414 jemaah calon haji asal Sleman yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Ribuan jemaah calon haji tersebut tergabung dalam kloter 25, 25, 27, 28, 29, dan 97.

Pemberangkatan kloter paling awal pada Sabtu (13/7/2019) dan paling akhir Minggu (4/8/2019). Sedangkan untuk jadwal pemulangan kloter paling awal pada Senin (26/8/2019) dan paling akhir Minggu (15/9/2019).

Masing-masing kloter yang berangkat, kata dia, didampingi oleh tim kesehatan yang terdiri dari satu orang dokter dan dua orang paramedis. “Saat ini tinggal menunggu keberangkatan kloter 97 pada Agustus mendatang,” kata dia, Senin.