2.803 Rumah Tak Layah Huni di Sleman Bakal Direhab Tahun Ini

Ilustrasi rehab rumah. - Harian Jogja
23 Juli 2019 17:27 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 2.803 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Sleman bakal untuk diperbaiki pada tahun ini. Dana perbaikan tersebut berasal dari beragam sumber, mulai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sleman, APBD DIY, hingga dana dari Pemerintah Pusat.

Kepala Seksi (Kasi) Perumahan Swadaya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Suwarsono, mengatakan dari 2.803 unit RTLH tersebut, sebanyak 600 unit perbaikan didanai oleh APBD Sleman; 170 unit dari Dana Alokasi Khusus (DAK); 600 unit dari Bantuan Sosial Perumahan Swadaya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR); 700 unit dari APBD DIY; dan lima unit oleh dana dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Selain itu ditambah pula dari APBD perubahan sebanyak 98 unit. Jadi total tahun ini ada 2.803 unit RLTH [yang diperbaiki]. Saat ini proses perbaikan sebagian rumah sudah berlangsung,” kata dia, Selasa (23/7/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan, untuk DAK, setiap penerima bantuan menerima Rp17,5 juta dengan rincian Rp15 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah pengerjaan. Sedangkan bantuan yang berasal dari APBD diberikan bantuan material sebesar Rp15 juta.

“Bantuan ini sejatinya hanya stimulan. Sehingga harapannya bisa dimaksimalkan oleh penerima untuk memenuhi standar rumah layak huni, seperti memperbaiki struktur bangunan, karena di Sleman masih banyak rumah yang tidak ada kolomnya,” ujar dia.

Berdasarkan data, kata Suwarsono, setidaknya masih ada sisa sekitar 2.050 unit RTLH di Sleman, jumlah tersebut tersebar diseluruh wilayah Sleman. Tahun depan, dinasnya tengah mengusulkan anggaran untuk perbaikan RTLH. “Kategori RTLH itu komponennya ada tiga, dari sisi struktur, yang kedua dari sisi kesehatan, kecukupan pencahayan, sirkulasi udara, dan yang ketiga kecukupan ruang,” ujar dia.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sleman, Eko Suhargono mengatakan di Sleman masih ada sekitar 100.000 warga di Sleman yang masuk kategori miskin dan rentan miskin. “Yang masuk kategori miskin juga biasanya memiliki rumah yang tidak layak huni,” kata dia.

Dinasnya, kata dia, juga mendapatkan bantuan perbaikan RTLH dari Kementrian Sosial sebanyak 100 kepala keluarga. “Itu tidak boleh dobel, kalau sudah mendapat bantuan dari APBD, dari Pemda DIY atau dari Kementrian PU, tidak boleh dobel dari Kementrian Sosial,” ujar dia.

Dengan adanya bantuan itu, masyarakat sudah tak lagi dipusingkan soal perbaikan rumah sehingga bisa lebih berdaya dan meningkatkan taraf ekonomi.