Ratusan Peserta dari 25 Negara Ikut Summer School UMY

Sejumlah mahasiswa peserta program Summer School yang hadir dalam seremoni pembukaan program, di UMY, Senin (22/7/2019). - Harian Jogja/Uli Febriarni
24 Juli 2019 17:27 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Summer School 2019 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari 25 negara.

Rektor UMY, Gunawan Budiyanto mengatakan, Summer School yang rutin dilaksanakan oleh UMY merupakan salah satu sarana untuk menunjukkan kualitas UMY sebagai international-friendly campus, sesuai dengan kredo kampus Young and Global (Muda Mendunia). Diharapkan melalui program ini UMY dapat dikenal oleh masyarakat di kancah internasional.

"Acara ini juga bagus untuk memperkuat hubungan antar bangsa. Masing-masing mengerti satu sama lain dan tentunya menambah pengalaman," kata dia, saat memberikan sambutan pembuka pelaksanaan kegiatan, di ruang amphiteater, E6, Gedung K.H. Ibrahim UMY, Senin (22/7/2019).

Summer School dilaksanakan dalam kurun waktu tiga pekan, dengan memberikan beberapa materi yang sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing program. Materi pertama tentang pelajaran yang sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing program, Materi kedua yakni tentang traditional event, dimana masing-masing peserta nantinya akan saling mengenalkan budayanya satu sama lain, lanjut Gunawan.

Program Summer School juga menjadi komitmen UMY untuk menciptakan suasana akademik, yang bernuansa internasional demi mewujudkan visi UMY sebagai kampus yang bereputasi internasional.

Kepala Kantor Urusan Internasional, Lembaga Kerjasama UMY, Yordan Gunawan mengungkapkan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Summer School yang memiliki tujuh program ini dibuka secara bersamaan.

Mulai dari IDSS (International Dental Summer School), IPSS (International Pharmacy Summer School), ITMSS (International Tropical Medicine Summer School), SCLS (Summer Course of Law and Syariah), INSS (International Nursing Summer School), IGOPSS (International Goverment and Politics Summer School), IENC (International Emergency Nursing Camp).

Mahasiswa yang ikut dalam Summer School bisa mempelajari banyak hal mengenai budaya di Indonesia, Jogja dan materi lain yang berbeda dengan yang mereka dapatkan di negaranya.

Misalnya saja untuk mahasiswa prodi Kedokteran, yang berasal dari beberapa negara Eropa, lewat Summer School ini mereka bisa mempelajari perihal penyakit tropis, contohnya malaria dan penanganannya.

"Karena di negara mereka, mereka tidak mengetahui banyak perihal penyakit tropis," paparnya.

Seorang peserta Summer School asal Malaysia, Asraf mengaku bersyukur dan mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan UMY tersebut. Selain mendapatkan pengalaman di kampus UMY, ia bisa mengagumi secara langsung kekayaan budaya dan tradisi di Jogja.

Peserta dari Mesir, Nayyera mengungkapkan rasa senangnya bisa menjadi peserta Summer School di UMY, apalagi orang-orang yang ia temui semuanya sangat ceria, ramah dan ia mendapatkan pelayanan yang baik di kampus.

Ia menuturkan, tak banyak perbedaan antara studi keperawatan di negaranya dan di Indonesia. Hanya saja, program Summer School membantunya untuk bisa mendapatkan hal-hal baru.

"Di keperawatan di negara kami, mengharuskan kami untuk terus memunculkan banyak pembaruan. Dengan belajar dari negara lain lewat program ini, membuat saya bisa menemukan banyak hal yang sebenarnya saya cari," kata mahasiswi prodi keperawatan tersebut.