Dispar DIY: Bersih Desa Sangat Potensial Datangkan Pelancong

Salah satu kelompok bregada tengah bersiap mengikuti kirab budaya yang digelar dalam rangka Bersih Desa Hargomulyo yang digelar di pelataran Kantor Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, beberapa hari lalu. - Istimewa/Dispar DIY
28 Juli 2019 18:17 WIB Arief Junianto Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kegiatan bersih desa yang kerap diselenggarakan oleh masyarakat setiap desa yang ada di DIY dinilai memiliki potensi besar untuk mendatangkan wisatawan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Aria Nugrahadi mengatakan tradisi masyarakat sangat potensial untuk mengembangkan pariwisata di DIY. Oleh karena itu dia berharap masyarakat bisa menyajikan gelaran tradisi tersebut menjadi sebuah event yang menarik. “Misalnya dilengkapi dengan kuliner lokal. Intinya dikemas lebih menarik. Gelaran tradisi sangat potensial untuk mengundang wisatawan datang ke DIY,” ucap dia kepada Harianjogja.com, Minggu (28/7/2019).

Tak hanya itu, dia juga berharap para pelaku wisata, baik perjalanan wisata, insan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mampu merespons dan ikut mempromosikan apa yang diinisiasi oleh warga tersebut. Para pelaku wisata, kata dia, diharapkan bisa menjadikan event-event budaya yang diselenggarakan oleh masyarakat bisa masuk jadi bagian dari daya tarik paket kunjungan di Jogja.

“Tentunya diperlukan kolaborasi semua pihak agar kekayaan lokal DIY ini mampu dijual dalam konteks memperkaya daya tarik wisata. Salah satunya adalah Bersih Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul yang digelar warga setempat beberapa hari lalu,” kata Aria.

Memang, selama dua hari, tepatnya 20-21 Juli lalu, warga Desa Hargomulyo menggelar Bersih Desa. Kepala Desa Hargomulyo Sumaryanta mengatakan bersih desa sudah rutin diselenggarakan masyarakat Hargomulyo saban tahun.

Namun sejak 2016, acara bersih desa tersebut dikemas berbeda dengan adanya kirab dan gelar budaya. “Kirab dan gelar budaya ini untuk menumbuhkembangkan rasa kebersamaan dan rasa kegotongroyongan warga Desa Hargomulyo biar tambah semangat serta untuk menumbuhkan rasa dan semangat handarbeni,” kata Sumaryanta melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu.

Dalam kegiatan yang digelar di pelataran Kantor Desa Hargomulyo tersebut, masing-masing dusun di Hargomulyo menampilkan potensinya dalam bentuk gunungan dari hasil bumi. Gunungan dan yang arak-arakan warga tersebut dinilai oleh juri yang sengaja didatangkan dari luar desa.

Selain kirab gunungan, ada juga pentas jatilan Turonggo Krido Budoyo dan juga wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Seno Nugroho yang diselenggarakan di Balai Desa.

“Kegiatan semacam ini menghabiskan biaya yang cukup besar. Satu dusun bisa menghasilkan biaya puluhan juta. Belum lagi kalau swadaya dan partisipasi masyarakat juga dinilai dengan uang maka jumlahnya akan sangat besar sekali karena mereka yang seharusnya bekerja mencari nafkah memilih berkumpul bersama masyarakat desa untuk mengikuti kegiatan budaya ini,” ujar dia.