Kekeringan, 7.771 Orang di 97 Dusun di Kulonprogo Butuh Bantuan Air Bersih

Warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari Polsek Girimulyo di Dusun Ngaglik, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, Jumat (28/6/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
28 Juli 2019 19:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 97 dusun di Kabupaten Kulonprogo mengajukan permintaan bantuan air bersih kepada pemerintah karena sudah mengalami krisis air.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Suhardiyana, mengatakan seluruh dusun itu berada di 24 desa di enam kecamatan, meliputi Panjatan, Girimulyo, Kokap, Pengasih, Kalibawang dan Samigaluh.

“Laporan ini masuk pada 25 Juli, untuk jumlah kepala keluarga [KK] yang terdampak mencapai 4.008 KK dengan total 7.771 jiwa. Selain warga, permintaan dropping [distribusi] juga datang dari beberapa sekolah dan tempat ibadah," kata Suhardiyana, Minggu (28/7/2019).

Jumlah wilayah yang terdampak kekeringan di Kulonprogo kemungkinan terus bertambah.

"Ada kemungkinan bertambah karena sekarang saat ini masih awal, sementara kemarau diprediksi berakhir sekitar Oktober," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Ariadi, mengatakan permintaan bantuan saat ini belum bisa direalisasikan karena Pemkab Kulonprogo khususnya Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) masih menunggu turunnya anggaran dari Dinsos DIY yang saat ini masih diproses.

Anggaran dari kabupaten juga belum bisa dikeluarkan karena status kekeringan saat ini belum masuk darurat bencana.

"Kami [Kulonprogo] masih berstatus siap siaga, belum sampai darurat karena dari hasil pemetaan dusun-dusun yang terdampak kekeringan masih ada suplai air bersih dari sumber air maupun bantuan air dusun sekitar. Kalau status masuk tahap darurat bencana kami terjunkan bantuan yang diambil dari APBD," ujarnya.

Dia mengatakan, meski Pemkab belum menyalurkan bantuan air bersih bukan berarti wilayah kekeringan belum mendapat bantuan sama sekali. Dusun-dusun yang mulai kekurangan air bersih di tiga kecamatan yaitu Kokap, Girimulyo dan Samigaluh, sejak beberapa bulan terakhir memperoleh bantuan dari pihak swasta.

Ariadi mengatakan untuk mengantisipasi krisis air, Bupati Kulonprogo sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran imbauan agar warga menghemat penggunaan air. Selain itu, isi edaran ini juga mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran  selama musim kemarau.

"Sudah ada surat edaran dari Bupati Kulonprogo, salah satu isinya juga soal antisipasi kebakaran, jangan buang puntung rokok sembarangan dan membakar sampah di tempat-tempat yang rawan terbakar," katanya.