Warga Wates Resah dengan Monyet Ekor Panjang yang Masuk Pemukiman

Warga menunjukan atap rumah yang sempat didiami sebentar oleh monyet ekor panjang pada Rabu (31/7/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
01 Agustus 2019 11:57 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Warga Perumahan Wates Asri, Dusun Sabokarang, Desa Triharjo, Kecamatan Wates dibuat takut oleh munculnya monyet ekor panjang di kawasan permukiman warga. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY menduga monyet ekor panjang tersebut berasal dari peliharaan warga yang lepas.

Salah satu warga yang bermukim di Perumahan Wates Asri, Yuli Bambang mengaku melihat seekor monyet ekor panjang di wilayah rumahnya pada pukul 08.00 WIB.

"Dari arah Kulon [Barat] jalan [monyet] sudah bawa makanan. Panjat pohon nangka. Terus melipir ke genting. Jalan-jalan di belakang sawah," ujarnya pada Rabu (31/7/2019).

Monyet tersebut sempat melompat-lompat melewati lima rumah di perumahan tersebut hingga kabur ke sawah belakang perumahan. Monyet tersebut mondar-mandir di perumahan cukup lama, sampai sekitar setengah jam.

"Monyetnya cukup besar. Sebesar anak usia dua tahunan. Warnanya abu. Bulunya kaya bulu kucing," tutur Yuli.

Karena merasa takut, Yuli pun masuk ke rumahnya, dan setelahnya memberi tahu orang lain.

Meskipun tidak mengganggu warga, namun Yuli mengaku takut apabila nantinya muncul lagi hewan serupa. "Dia bawa makanan, kates [pepaya] mungkin. Abis itu lari ke sawah. Takutnya kalau lapar ke perumahan lagi," ujarnya. Tetangga Yuli yang diberitahu keberadaan monyet tersebut langsung melaporkan kejadian itu pada BKSDA DIY.

Seorang Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Perumahan Puri Wates Asri, Ratiyem, mengaku sempat melihat monyet tersebut berhenti setelah melompat-lompat dari satu rumah ke rumah lainnya. "Di atas genting itu saya sempat lihat. Tapi karena takut, badannya besar juga, jadinya langsung tutup pintu dan jendela," katanya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA DIY, Untung Suripto mengaku sudah menerima laporan warga tersebut. Berdasarkan pengamatan laporan warga, menurutnya monyet tersebut merupakan jenis monyet ekor panjang atau Macaca Fascuralis.

Ia menjelaskan, monyet tersebut bukanlah jenis hewan yang dilindungi. Pihaknya menduga, monyet tersebut merupakan peliharaan warga yang lepas. "Kami akan memasang kandang sebagai perangkap agar tidak lagi meresahkan warga," ujarnya pada Rabu.

Kejadian munculnya monyet ke permukiman warga bukan pertama kalinya terjadi. Di bulan ini, sebelumnya, pihak BKSDA DIY menerima laporan keberadaan monyet lain di Kulonprogo. Keberadaan monyet sebelumnya dilaporkan warga di Pengasih, namun sudah ditangkap dan diuji klinis di Surabaya.

"Kami imbau warga jangan memelihara satwa liar seperti monyet ekor panjang. Sebab selain melanggar prinsip animal welfare, monyet ini juga dapat menularkan penyakit zoonosis seperti rabies ke manusia atau sebaliknya," ungkap Untung.