Jelang Iduladha, Pisau Baja Buatan Warga Wates Ini Banyak Dicari

Salah satu pengrajin pisau, Singgih Nurrahmat menunjukkan pisau hasil karyanya di rumah produksi Sentra Pande Besi, Bina Karya, Dusun Klopo X, Desa Bendungan, Kecamatan Wates, Rabu (31/7/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
01 Agustus 2019 12:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Menjelang Hari Raya Iduladha, penjualan pisau di sentra Pande Besi Bina Karya, Dusun Klopo X, Desa Bendungan, Kecamatan Wates, mengalami kenaikan.

Banyaknya warga yang membeli pisau untuk menyembelih dan memotong daging hewan kurban membuat omzet pengrajin pisau di kelompok pande besi yang telah berdiri sejak lebih dari dua dekade ini meningkat hingga dua kali lipat di banding hari-hari biasa.

"Dari segi omset untuk sentra kami di bulan ini ada peningkatan bisa sampai hampir 200 persen, khususnya untuk pisau," kata salah satu pengrajin pisau dari Kelompok Pande Besi Bina Karya, Singgih Nurrahmat, Rabu (31/7/2019).

Dia mengatakan dengan kenaikan omzet ini, Bina Karya bekerja ekstra guna memenuhi permintaan para konsumen yang tidak hanya datang dari Kulonprogo, tapi juga seluruh daerah di Indonesia.

Adapun dalam satu harinya, saat ini, Bina Karya mampu memproduksi antara 50 sampai 60 buah pisau. Jumlah ini jauh lebih banyak dibanding hari-hari bisa yang hanya berkisar 20 buah.

Meski penjualan meningkat, harga pisau yang mereka jual tetap normal. Untuk pisau ukuran kecil dengan kualitas standar, harga yang dipatok Bina Karya sebesar Rp25.000 per buah. Sedangkan untuk ukuran medium berkisar Rp30.000 sampai Rp35.000 per buah.

Sementara pisau kualitas super yang menggunakan bahan baku besi baja jenis K110, Bina Karya mematoknya dengan harga Rp50.000 hingga Rp100.000 per buah. Harga akan jauh lebih mahal jika pembeli meminang pisau pajangan, atau yang bukan diperuntukkan sebagai alat pemotong. Setidaknya kocek yang mesti dikeluarkan bisa sampai Rp700.000.

"Walaupun harga pisau tak ikut naik, kualitas tetap kami pertahankan, agar pelanggan tidak kecewa baik segi harga maupun kualitas," ujarnya.

Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perdagangan Kulonprogo, Dewantoro, mengatakan perkembangan sentra Pande besi Bina Karya cukup bagus, terutama di sisi produksi. Sebab, para pengrajin ini mampu membuat produk yang tidak hanya untuk pertanian tapi juga pajangan.

"Selain itu mereka mampu memperluas pasar, bahkan sudah sampai ke banyak daerah di Indonesia," kata Dewantoro.

Dalam rangka peningkatan usaha, di samping memberi pelatihan, Dinas Perdagangan Kulonprogo juga membantu peralatan produksi dan rumah produksi kepada Bina Karya pada 2016 silam. "Untuk peralatan produksi hampir Rp200 juta. Sedangkan rumah produksi Rp150 juta," ujarnya.