Siswa SLB Negeri Pembina Jogja Bagi-bagi Takjil kepada Warga
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
Lokasi bakal gedung baru PKU Muhammadiyah Bantul, Rabu (7/8/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Direksi RSU PKU Muhammadiyah Bantul masih enggan menanggapi protes warga Dusun Gedriyan, Desa Bantul, Kecamatan Bantul terkait dengan rencana pembangunan gedung baru rumah sakit tersebut.
Sejak sebulan lalu, warga protes karena pembangunan gedung baru yang direncanakan empat tingkat itu dikhawatirkan berdampak negatif bagi warga dari sisi lingkungan. Warga juga sudah menyampaikan aspirasinya ke Lembaga Ombudsman (LO) DIY.
Manajer Pemasaran, Wahyu Priyono mengaku belum bisa memberikan keterangan apapun soal protes warga itu. Padahal saat dikonfirmasi Harian Jogja, Senin (5/8) lalu, Wahyu menjanjikan adanya pernyataan dari direksi rumah sakit, Rabu (7/8/2019). “Maaf, kami belum bisa memberikan pernyataan apapun soal laporan [warga] di LO DIY,” kata dia, Rabu.
Sementara warga hingga kini masih kukuh menolak adanya pembangunan gedung baru sesuai rencana PKU Muhammadiyah Bantul. Warga bersedia menyetujui dengan catatan gedung baru bukan untuk ruang rawat inap, melainkan untuk perkantoran dan lahan parkir. Selain itu tinggi bangunan juga tidak lebih dari dua lantai.
Dari pantauan Harianjogja.com, ada sekitar 10 rumah yang berdampingan langsung dengan calon gedung baru untuk rawat inap RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Ke-10 rumah itu ada di RT 1 dan 2 Dusun Gedriyan serta RT 07 Dusun Badegan itu hanya terpisah gang selebar satu meter dengan lokasi proyek. Saat ini proyek sedang dikerjakan. Itu terlihat dari adanya alat berat yang sedang membuat fondasi.
Alex Rusda, 47, salah satu pemilik rumah dengan jarak terdekat dari lokasi proyek mengaku nyaris setiap hari mendengar deru mesin alat berat dari pagi hingga sore hari. Bahkan gempuran bor mesin sempat membuat rumahnya bergetar, “Ini ada bekasnya retak,” kata Alex.
Dia mengaku sempat meminta pihak proyek menghentikan aktivitasnya. Namun pihak proyek hanya meminta maaf kemudian melanjutkan proyek. “Saya juga sempat protes namun tidak ditanggapi,” kata dia.
Sekretaris Pokja Nyangkringan, Dusun Gedriyan, Ipung Rahayu menegaskan selain hanya setinggi dua lantai, permintaan warga adalah gedung baru itu digunakan untuk kantor dan lahan parkir. “Kami tidak menolak pembangunan tapi dengan syarat itu,” kata dia.
Pasalnya jika digunakan sebagai ruang rawat inap rawan terhadap penyakit. Selain itu juga belum ada jaminan solusi atas pencemaran air dan lingkungan. Belum lagi jika jalan sekitar rumah sakit yang bakal kian padat karena tidak ada lahan parkir.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Bantul, Toto Budiarto mengatakan proyek pembangunan gedung baru rawat inap empat lantai sudah memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Dinasnya menerbitkan IMB lantaran persyaratan administrasi dan kajian teknisnya sudah lengkap. “Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mengizinkan kalau izin yang diajukan sudah benar dan lengkap,” kata Totok.
Begitu pula dengan kajian analisis dampak lingkungan (amdal) pun sudah dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta teknis bangunan juga sudah mendapat rekomendasi dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan kawasan Permukiman (DPUPKP). “Kalau soal IMB, sebenarnya tanpa ada tanda tangan pun tidak menggagalkan IMB karena bangunan itu terpisah dengan rumah warga. Pemisahnya adalah jalan,” ucap Totok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
Carlo Ancelotti memimpin daftar pelatih termahal Piala Dunia 2026 dengan gaji Rp194 miliar, Scaloni justru di luar lima besar
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Dampak kenaikan harga Pertamax memicu antrean panjang dan kelangkaan Pertalite bagi driver ojol di Jogja. Simak keluhan pengemudi soal pendapatan yang tergerus.
Luis Milla resmi pindah ke Como 1907 dengan nilai Rp105 miliar. Simak kisah di balik transfer gelandang Getafe ini dan proyek ambisius Cesc Fàbregas di Serie A.
Pony Park Klaten resmi dibuka 28 Juni 2026. Wisata edukasi satwa interaktif ini menghadirkan lebih dari 80 spesies dan berbagai aktivitas keluarga.