UMKM Harus Terapkan Leadership Zaman Now, Apa Itu?

Chief operations of Markplus Institute Yosanova Savitry memaparkan materinya dalam seminar bertajuk Leadership Zaman Now di UIN Suka, Rabu (14/8/2019). - Harian Jogja/Arief Junianto
14 Agustus 2019 14:17 WIB Arief Junianto Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kualitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di DIY terus digenjot. Salah satu yang menjadi kendala UMKM di DIY sulit berkembang adalah pengelolaan dan gaya kepemimpinan (leadership) yang tidak adaptif.

Kepala Bidang (Kabid) Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Dinas Koperasi dan UKM DIY Syam Arjayanti mengatakan gaya kepemimpinan dalam pengelolaan UMKM di DIY saat ini memang sudah waktunya harus diubah. Leadership UMKM saat ini, kata dia, memang lebih didominasi oleh gaya-gaya kepemimpinan generasi tua.

Bukan hal yang aneh, karena memang di DIY, UMKM pada dasarnya terbentuk dari usaha keluarga yang bertujuan untuk menambah pendapatan keluarga. Jadi wajar, kalau gaya kepemimpinan dalam pengelolaannya pun berbasis pada keluarga,” ucap dia sesaat sebelum membuka acara seminar bertajuk Leadership Zaman Now yang digelar oleh MarkPlus Inc. di Convention Hall Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka), Rabu (14/8/2019).

Padahal sejauh ini diakui dia UMKM merupakan tulang punggung bagi perekonomian masyarakat DIY. Betapa tidak, dari data yang ia miliki, kontribusi penyerapan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY dari sektor UMKM mencapai 79,64%. “Sayangnya, sampai sejauh ini, UMKM di DIY masih didominasi oleh usaha mikro, jumlahnya mencapai 141.990 unit. Pola kepemimpinan di usaha mikro yang belum adaptif terhadap perkembangan zaman, memang sudah harus diubah,” kata Syam.

Chief operations of Markplus Institute Yosanova Savitry menjelaskan skill kepemimpinan zaman now, pada dasarnya mengacu pada konsep pemimpin yang adaptif. “Jadi pemimpin yang ideal itu adalah pemimpin yang dicintai, sekaligus dihormati,” kata dia saat memaparkan materinya dalam seminar yang merupakan digelar sebagai rangkaian dari Marketeers Festival 2019 itu.

Dia menjelaskan leadership pada dasarnya adalah semacam teknik mempengaruhi orang dari dalam diri, sekaligus dipengaruhi oleh faktor dari luar. Itulah sebabnya, untuk menjadi pemimpin zaman now, diperlukan kemampuan menempatkan diri di posisi yang tepat. “Ketika yang dipimpin adalah generasi milenial, pemimpin harusnya mampu memberikan contoh sikap. Karena yang dibutuhkan oleh generasi milenial adalah bukti, bukan cuma omong doang,” ucap dia.

Kota Terakhir
Terpisah, perwakilan dari
MarkPlus Inc. Jogja Fajrina Aulia mengatakan Jogja menjadi kota terakhir dalam rangkaian Marketeers Festival 2019. Rencananya, main event festival yang sudah digelar oleh MarkPlus selama tujuh tahun berturut-turut itu akan menghadirkan pakar pemasaran Hermawan Kartajaya.

Selain itu, kata dia, Markplus juga akan memberikan penghargaan kepada sejumlah marketeers dari beberapa kategori. “Setidaknya kami sudah tetapkan 15 kategori. Dari 15 kategori itu, kami juga akan pilih predikat Markeeters of The Year,” kata Rina, sapaan akrabnya.

Dalam main event penghargaan juga diberikan kepada sejumlah marketeers, di antaranya adalah sales person, service person, field promotor, dan public sevice. Main event akan kami gelar Kamis [15/8] di Royal Ambarrukmo Yogyakarta,” ucap dia.