Advertisement
Sudah 2 Warga Kulonprogo Meninggal, Kenali Ciri Terkena Leptospirosis
Ilustrasi leptospirosis, - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO- Sampai pertengahan tahun, di Kulonprogo sudah terjadi 24 kasus leptospirosis, dengan dua orang meninggal dunia. Kecepatan mengenali penyakit tersebut menjadi kunci penanganan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Perlindungan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo Baning Rahayujati mengatakan, kasus leptospirosis terjadi karena kegagalan fungsi organ pada penderita. Penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri leptospira interrogans. Penyebarannya melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi seperti tikus.
Advertisement
"Masyarakat harus cepat mengenali penyakit lepto," ujar Baning pada Kamis (15/8/2019). Kecepatan mengenali penyakit leptospirosis diharapkan bisa mengurangi resiko paling buruk yaitu kematian. Penanganan pada seseorang yang terkena kasus leptospirosis bisa dengan cepat dilakukan. Indikasi orang terkena penyakit tersebut diawali dengan demam dan nyeri betis.
Penyakit leptospirosis biasanya menyerang para petani karena banyak kontak dengan urine tikus sebagai hewan yang terinfeksi. "Kalau sudah terlanjur (kontak dengan urine tikus) langsung membasuh kulit dengan sabun deterjen atau mandi," ungkap Baning.
BACA JUGA
Sampai pertengahan tahun ini, pihaknya mencatat, sudah ada 24 kasus leptospirosis terjadi di Kulonprogo. Dua diantaranya meninggal dunia. Sedangkan, pada tahun lalu, total Dinkes Kulonprogo menemukan 26 kasus leptospirosis dengan lima orang meninggal dunia.
Pihaknya berupaya agar bisa dengan cepat mendeteksi kasus leptospirosis di tiap pelayanan kesehatan. Apabila terindikasi kasus leptospirosis, pihaknya bisa dengan cepat menanganinya. Pemantauan terus dilakukan, dan di tiap pekan ada laporan penyakit yang krusial ditangani.
"Sebaran penyakit leptospirosis merata, ada di tiap kecamatan di Kulonprogo dengan rentang usia penderita berkisar pada 15 tahun ke atas," kata Baning.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Mayoritas Pengusaha Muda Binaan Pemkot Jogja Belum Stabil
- DPKP DIY Gelar Gerakan Pangan Murah di Delapan Titik hingga Maret 2026
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Hari Ini, Minggu 8 Februari 2026
- Cek Jadwal Operasional KRL Solo-Jogja Hari Ini, Minggu 8 Februari 2026
- Disdukcapil Bantul Cetak 400 KTP per Hari, Stok Blanko Masih Aman
Advertisement
Advertisement




