Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Personel Pramuka dan warga bergotong royong membersihkan Sungai Gajah Wong, tepatnya di kawasan Kampung Balirejo, Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Minggu (18/8/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjoga.com, JOGJA—Kwartir Daerah (Kwarda) DIY menggelar merti kali di bantaran sungai Gajah Wong, di Kampung Balirejo, Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Jogja, Minggu (18/8/2019). Kegiatan itu untuk memperingati Hari Pramuka Nasional ke-58 yang jatuh pada Rabu (14/8/2019) lalu.
Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat (Abdimas) dan Lingkungan Hidup Kwarda DIY, Krido Supriyatno, mengatakan kegiatan bertajuk Pramuka Masuk Kampung ini mengangkat tema Budaya Bersih Sungai. "Sebagai proses pembelajaran pada personel pramuka dengan gerakan peduli lingkungan," kata dia.
Dalam kegiatan ini Kwarda DIY mengajak sekitar 200 personel pramuka tingkat SMP dan SMA atau penggalang, khususnya dari Kota Jogja. Menurutnya, para penggalang ini bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Oleh karena itu mereka perlu diberi edukasi soal kesehatan lingkungan, salah satunya sungai.
Dia mengatakan gerakan pramuka bukan tenaga kebersihan, tetapi komponen penanggulangan bencana (PB). Sehingga dalam mitigasi bencana, dalam hal ini banjir akibat sungai meluap, pramuka turut berkontribusi.
Dalam kegiatan tersebut, Kwarda DIY melibatkan beberapa kelompok dan instansi lain, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Jogja dan Forum Sungai DIY.
Kepala DLH Kota Jogja, Suyana, mengatakan kegiatan ini poinnya bukan saja pada membersihkan, tapi pembelajaran kepada anggota pramuka soal pengelolaan sungai sebagai sumber air dan penghidupan. "Diawali dengan sarasehan, kami jelaskan kondisi sungai saat ini dan apa yang telah kami lakukan," katanya.
Dia berpesan kepada masyarakat khususnya yang tinggal di bantaran sungai agar tidak langsung membuang limbah rumah tangga ke sungai. "Ada treatment-nya dulu, di gang-gang ada sanitasinya, setelah memenuhi standar baku mutu baru dibuang ke sungai," ujarnya.
Dalam kegiatan ini warga juga diajak terlibat dan berdiskusi terkait dengan permasalahan di sungai Gajah Wong. Dari hasil diskusi ini disepakati akan ada pembuatan sistem tandon untuk memenuhi kebutuhan air konsumsi, sebab air sungai dan air tanah warga sebagian tercemar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Prakiraan cuaca DIY 16 September 2026 didominasi berawan. Cek suhu Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kota Jogja.
Kelok 23 diuji coba 14-20 September 2026. Polda DIY meminta pengendara mengutamakan keselamatan dan tidak berhenti atau parkir sembarangan.
Bedah buku berjudul Menang Sekejap Lost Forever: Fenomena Tragis Judi Online yang Menjerat 4 Juta Orang Indonesia digelar di Balai Padukuhan Kliripan
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIM Keliling, SIMMADE hingga layanan malam. Simak lokasi dan syaratnya.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, biaya SIM A dan SIM C.