Bermain Petak Umpet, Kepala Bocah SD di Semanu Terjepit Tembok
Siswi SD di Kalurahan Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, berhasil dievakuasi setelah kepalanya terjepit di sela tembok saat bermain petak umpet.
Ilustrasi PNS./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Program digitalisasi di organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gunungkidul terus digalakkan. Setelah Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) menerapkan tanda tangan digital, rencananya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) segera melakukan hal yang sama.
Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan program digitalisasi dilakukan untuk mempermudah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Program ini tidak hanya berlaku di lingkup Disdikpora, tetapi juga menyasar di sekolah yang ada di Bumi Handayani.
Menurut dia, inovasi layanan ini merupakan bentuk jawaban terhadap perkembangan zaman yang diiringi perkembangan teknologi, sehingga semua layanan berbasis elektronik. “Contohnya pelayanan tanda tangan dilakukan secara elektronik,” katanya kepada wartawan, Minggu (18/8/2019).
Bahron menyatakan penerapan inovasi ini dikomunikasikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika selaku OPD teknis yang menangani teknologi dan informasi. Rencananya akan dibuat aplikasi tanda tangan secara digital. “Harapannya dengan aplikasi tanda tangan elektronik dapat memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dari sekolah maupun dari dinas,” kata Bahron.
Meski demikian, untuk tahap awal penerapan tanda tangan digital digunakan untuk hal-hal sederhana terlebih dahulu seperti menandatangani surat keterangan, rotasi guru dan surat pengangkatan. “kami persiapkan infrastrukturnya dan untuk tahap awal inovasi digunakan untuk mendukung kinerja guru, kepala sekolah, kepala bidang, dan kepala dinas. Masyarakat juga bisa mendapatkan pelayanan ini dengan catatan berkas yang dimaksud masuk dalam kategori nonblangko,” katanya.
Kepala Diskominfo Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengungkapkan penerapan program baru ini tidak hanya pada tanda tangan elektronik, tetapi juga inovasi e-rapor. “Mudah-mudahan Oktober mendatang sudah bisa diluncurkan dan diterapkan. Saat ini masih proses pengerjaan,” kata Kelik.
Selain Disdikpora, program tandatangan elektronik sebelumnya telah diterapkan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu serta Disdukcapil. “Kami genjot untuk menuju daerah yang maju di era digital ini sehingga layanan yang diberikan bisa jauh lebih mudah,” kata Kelik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswi SD di Kalurahan Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, berhasil dievakuasi setelah kepalanya terjepit di sela tembok saat bermain petak umpet.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari