Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Seorang warga tengah menguburkan penyu mati yang ditemukan di pesisir Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Kamis (22/8/2019). /Ist-Dok
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Penyu terdampar yang sudah dalam kondisi mati kembali ditemukan di Kabupaten Kulonprogo. Satwa yang diketahui berjenis penyu hijau itu ditemukan telah membusuk di pesisir Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Kamis (22/8/2019).
"Iya benar, penemuannya tadi pagi oleh warga sekitar, lalu ditindaklanjuti dinas terkait, sekarang penyunya sudah dikubur," kata Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko saat dikonfirmasi, Kamis siang.
Aris mengatakan penemuan ini menjadi yang kedua terjadi di kawasan pesisir Desa Karangwuni. Penemuan serupa sebelumnya pernah terjadi puluhan tahun silam.
Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Sugiharto menerangkan bangkai penyu dikuburkan sekitar 50 meter dari lokasi penemuan. Berat penyu diperkirakan mencapai 100 kg, diameter 50 cm dengan panjang hampir 100 cm. Hampir seluruh sisik di tubuh penyu nahas itu mengelupas.
"[Tempat dikuburkannya penyu] sudah saya kasih tanda dengan pelepah kelapa, sebagai tanda kalau ada beberapa pihak mau ambil samplenya," kata Sugiharto.
DKP Kulonprogo kaya Sugiharto telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY untuk mengetahui penyebab matinya penyu tersebut.
Penemuan ini menambah daftar kasus serupa di Kulonprogo. Sebelumnya bangkai penyu berjenis belimbing ditemukan membusuk di Pantai Imongrenggo, Desa Karangsewu, Kecamatan Galur Rabu (14/8/2019).
Sepekan sebelumnya, di Muara Sungai Bogowonto, Pantai Congot, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Minggu (4/8/2019). Kurang dari dua pekan, tepatnya pada Senin (12/8/2019) penemuan yang sama di timur Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Congot.
Hingga saat ini otoritas terkait belum bisa memastikan penyebab kematian sejumlah penyu tersebut. Namun menurut Dokter Hewan BKSDA DIY, Yunitita Sari kematian penyu bisa disebabkan oleh sejumlah hal. Bisa karena faktor usia sehingga penyu rentang kena penyakit, atau bisa juga karena cuaca yang tidak bersahabat. "Sekarang kan iklimnya sedang dingin jadi bisa mempengaruhi kehidupan penyu," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.
Gelombang gugur massal landa wakil Indonesia di 16 besar Malaysia Masters 2026. Jonatan Christie (jojo) jadi satu-satunya harapan tersisa di perempat final.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.