Karya 10 Desainer Hiasi Puncak Sleman Fashion Festival 2019

(Ilustrasi fashion show - Ist/Ayola Tasneem
02 September 2019 12:57 WIB Salsabila Annisa Azmi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Ajang Sleman Fashion Festival (SFF) 2019 ditutup dengan karya 10 desainer yang memadukan kain batik dan lurik khas Sleman dalam busana modern. Tak hanya model profesional, model anak-anak pun dilibatkan dalam catwalk SFF 2019 untuk memeragakan busana karya desainer Sleman.

"Semua kegiatan ini kami harapkan bisa memberikan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan di bidang fashion," kata Public Relation Sleman City Hall, Tika Sari, Sabtu (31/8/2019).

Tika mengatakan acara tahunan yang sudah berjalan sejak tahun 2015 ini tidak hanya menampilkan karya desainer dan model profesional saja, terlebih pada pada pelaksanaan SFF 2019 ini. Sebab, pada hari pertama, Bupati Sleman Sri Purnomo juga berjalan di atas catwalk untuk memeragakan busana dalam SFF 2019. Selain itu Tri Kirana Muslidatun, istri Walikota Kota Jogja juga turut memeragakan busana karya desainer Dadang Koesdarto.

Tika mengatakan tema SFF 2019 adalah “Ethnic meet Glam“. Oleh karena itu, karya dari seluruh desainer mengangkat produk lokal Sleman yaitu produk lurik dari industri kreatif Lurik Gamplong Moyudan dan batik Parijoto Sleman.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih mengatakan bahwa SFF 2019 merupakan salah satu upaya untuk lebih mengangkat batik dan lurik khas Sleman dalam dunia fashion secara berkesinambungan. "Sekaligus juga membuktikan bahwa produk lokal khas Sleman mampu berkompetisi di pasar dan berkualitas," kata Sudarningsih.

Sudarningsih mengatakan acara yang berlangsung pada tanggal 30-31 Agustus 2019 ini memiliki beberapa kegiatan, yaitu workshop, fashion show dan lomba-lomba. Fashion show diikuti 18 desainer dari DIY dan sekitarnya dengan 50 model profesional dan 40 peraga.

“SFF ini merupakan rangkaian kegiatan Sleman Fair 2019 yang rencananya akan dilaksanakan pada 8 September 2019 di Atrium Ambarukmo Plaza,” kata Sudarningsih.