BPJamsostek Sleman Sasar Pekerja Informal Melalui Peladi Makarti
BPJS Ketenagakerjaan Sleman genjot Peladi Makarti di 35 kalurahan untuk lindungi pekerja informal dan percepat Universal Coverage Jamsostek 2026.
Gatot Saptadi/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Dari lima calon Pimpinan Tinggi Madya (Sekretaris Daerah) DIY yang mengikuti uji gagasan, Tim Pansel sudah mengantongi tiga nama yang dinilai layak untuk menduduki jabatan Sekda DIY. Hari ini, nama-nama ketiga calon tersebut diserahkan kepada Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan kelima calon uji gagasan masing-masing Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji, Asekda DIY Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Tavip Agus Rayanto, Sekda Gunungkidul Drajad Ruswandono, Kepala Disperindag DIY Aris Riyanta, dan Kepala Diskominfo DIY Roni Primanto Hari. "Dari kelima calon tersebut kami ambil tiga calon. Kami tinggal mengusulkan ketiga calon tersebut kepada Gubernur besok Rabu, 4/8/2019)," katanya, Selasa (3/9/2019).
Setelah mendapatkan surat pengantar dari Gubernur DIY, katanya, hasil seleksi yang dilakukan oleh Pansel akan dikirim ke Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Dia berharap agar ketiga calon yang dipilih tersebut segera disahkan pada September ini. "Kalau nggak nanti bisa mundur setelah ada pelantikan Presiden. Kalau jadwalnya setiap bulan ada rapat, bulan ini belum. Semoga bisa ikut dirapatkan," katanya.
Jikapun ketiga calon Sekda yang dikirim ke Kemendagri tidak bisa diputuskan pada September ini, kata Gatot, pastinya tetap ada Plt Sekda untuk mengganti dirinya yang pensiun pada Oktober nanti. "Ujian kompetensi menjadi bagian dari bobot penilaian. Tadi (kemarin) dilakukan penilaian kualitas makalah dan uji gagasan terkait peran Sekda untuk mendukung Keistimewaan DIY," ujar Gatot.
Salah seorang anggota Pansel Prof Edy Suwandi Hamid mengatakan jika seluruh calon memiliki potensi. Presentasi dan gagasan yang disampaikan bagus semua. Hasil seleksi tersebut nantinya akan dikirim ke Jakarta untuk disahkan. "Dari lima cuma yang diambil hanya tiga calon saja ke Gubernur. Sudah ada tiga nama, tapi itu kewenangan gubernur," katanya.
Kepala BKN RI Bima Haria Wibisana sekaligus Ketua Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (Sekretaris Daerah) DIY menyampaikan, Pansel sudah selesai memilih tiga besar. Prosesnya masih belum selesai. "Masih ditangan gubernur, setelah itu dikirim ke Kemendagri. Dari Mendagri akan diputuskan dalam Sidang Tim Penilai Akhir oleh Presiden," katanya.
Dijelaskan Bima, jika September ini sudah ada sidang TPA maka keputusan secara definitif siapa Sekda DIY bisa diputuskan. Keputusan definitif akan dilakukan oleh presiden melalui Keppres. "Tugas Sekda jauh lebih Kompleks mengingat status keistimewaan di DIY. Keberadaan Sultan yang juga Gubernur tentunya tak bisa dipukul rata perlakukanya dengan daerah lain. DIY ini kan istimewa, jadi Sekdanya juga harus istimewa,” ujar Bima.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman genjot Peladi Makarti di 35 kalurahan untuk lindungi pekerja informal dan percepat Universal Coverage Jamsostek 2026.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.