Pemkab Gunungkidul Fokus Entas Kemiskinan di 7 Wilayah Ini
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Ilustrasi razia kendaraan. /Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sedikitnya 587 pelajar di Gunungkidul terjaring razia dalam Operasi Patuh Progo 2019. Total hingga sekarang sudah ada 1.924 pelanggaran selama operasi berlangung. Diperkirakan jumlah pelanggar akan terus bertambah karena operasi akan berlangsung hingga Kamis (11/9/2019).
Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Anang Tri Nurvian mengatakan, selama enam hari operasi Patuh Progo berlangsung sudah ada ribuan pelanggar yang terjaring razia. “Sudah ada 1.924 pelanggaran dan jumlah ini akan bertambah karena operasi masih berlangsung hingga 11 September,” kata Anang, Rabu (4/9/2019).
Dia menjelaskan, dari sisi pelanggar, satlantas mencatat ada 587 pelajar yang terjaring razia. Pada saat razia berlangsung, para pelajar ini tidak bisa menunjukan kepemilikan SIM. Sementara sisanya berasal dari masyarakat umum. Untuk jenis pelanggaran, bermacam-macam mulai dari tidak memiliki SIM, kelengkapan surat kendaraan kurang hingga melanggar tata tertib dalam berlalulintas.
Menurut Anang, di dalam operasi ini ada delapan sasaran yang dilakukan mulai dari penggunaan sirine tak sesuai peruntukan, angkutan barang menganggkut penumpang, pengendara di bawah umum. Selain itu ada juga rasia pengendara yang mabuk minuman keras, melawan arus, tidak menggunakan sabuk keselamatan, menggunakan ponsel saat berkendara, tidak memakai helm hingga melewati batas kecepatan berkendara.
Dia menjelaskan, sesuai dengan pelaksanaan dari operasi patuh, mayoritas pelanggaran akan dikenakan sanksi tilang. Ia menuturkan, sudah ada 1.185 pengendara yang diberikan sanksi tilang. Sedangkan 739 pelanggar hanya diberikan sanksi teguran. “Ya kalau pelanggarannya berat, maka akan ditilang. Tapi kalau hanya menggunakan spion satu dan surat-surat lengkap, maka akan ditegur dan diminta melengkapi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, layanan pendidikan diperluas melalui sekolah negeri, sekolah kemitraan
Mengenal sejarah Paskibraka yang berawal dari Jogja pada 1946, makna formasi 17-8-45, hingga pembinaan Paskibraka di bawah BPIP.
BNPB mencatat 1.514 bencana terjadi hingga 17 Agustus 2026. Sebanyak 3,7 juta warga terdampak dan 24.883 rumah rusak.
Menjelang Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, sektor pertanian terus menjadi fokus bagi pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi
Mengenal sejarah Gedung Agung Jogja, dari era kolonial Belanda hingga menjadi saksi perjuangan kemerdekaan dan pusat agenda kenegaraan.