Mahasiswa Asal China Banyak Berguru di Kampus Ini..

Rektor UAD Kasiyarno berkomunikasi dengan mahasiswa asing dalam P2K di Kampus UAD, Senin (2/9/2019). - Ist/UAD.
06 September 2019 04:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJAMahasiswa asal China terbukti paling mendominasi dari sebagian besar mahasiswa asing yang mulai menempuh studi tahun akademik 2019/2020 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Para mahasiswa tersebut mengikuti kegiatan Program Pengenalan Kampus (P2K) yang dimulai sejak Senin (2/9/2019).

Dari total 69 mahasiswa asing yang mulai berguru di UAD tahun ini, sebanyak 47 di antaranya berasa dari China. Terdiri atas, delapan mahasiswa dari Xiangsihu College (XSH) melalui sistem kredit transfer 3+1, kemudian 23 mahasiswa dari Guangxi University of Foreign Language (GUFL). Serta 15 mahasiswa dari Guangxi University for Nationalities (GXUN) melalui program 2+2 dan satu mahasiswa melalui program darmasiswa dengan durasi hanya setahun.

“Total kami menerima 69 mahasiswa asing yang mengikuti kuliah di UAD melalui berbagai program,” kata Rektor UAD Kasiyarno dalam keterangan persnya, Kamis (5/9/2019).

Selain China, ada 10 mahasiswa asal Malaysia yang menempuh studi di UAD sekitar enam bulan. Kemudian enam mahasiswa asal Thailand, sebanyak empat orang di antaranya mengambil program beasiswa persyarikatan dan dua darmasiswa. Adapun negara lain seperti Bangladesh, Palestina, Madagaskar, Laos, Belgia dan Hongaria masing-masing ada satu mahasiswa.

Kasiyarno mengatakan secara umum pihaknya menerima total 7.297 mahasiswa baru. Dalam P2K saat ini dilakukan secara bersamaan tanpa melalui tahapan, adapun proses pembukaan dilakukan melalui video conference dengan menghadirkan seluruh mahasiswa dari berbagai kampus.

“Kami ingin tekankan pada mahasiswa baru terkait keseimbangan antara iman dengan ilmu, keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan teknologi dengan agama,” ujarnya.

Wakil Rektor III UAD Abdul Fadlil menambahkan penyambutan mahasiswa melalui P2K dilakukan dalam satu tahapan agar terjadi keseragaman. Selain itu diharapkan tidak terjadi perbedaan bagi mahasiswa baru.

“Dasar dari P2K ini adalah keakraban, kekeluargaan serta mengembirakan. Sehingga membuat mahasiswa baru menjadi nyaman tanpa ada perpeloncoan,” ucapnya.