Musim Kemarau, Kasus DBD di Gunungkidul Justru Melonjak

Ilustrasi nyamuk DBD - JIBI
12 September 2019 16:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Belum genap lima tahun, siklus demam berdarah dengue (DBD) di Gunungkidul tahun ini meningkat drastis. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, hingga September 2019 jumlah penderita meningkat menjadi 413 orang, dengan satu orang meninggal dunia pada Februari 2019.

Sekretaris Dinkes Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka, menjelaskan meski saat ini musim kemarau, kasus DBD di Bumi Handayani relatif tinggi. Beberapa pemicu yakni mobilisasi penduduk, kepadatan penduduk, dan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang belum maksimal. "Ketiga faktor tersebut memicu tingginya kasus DBD di Gunungkidul," ujarnya saat ditemui Harian Jogja, Kamis (12/9/2019).

Ia mengatakan program PSN belum maksimal karena gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik) belum berjalan maksimal karena baru dibentuk. Parameter PSN ialah angka bebas jentik (ABJ), di mana angka bebas jentik di atas 95 menjadi persoalan. "ABJ sudah di bawah 95, artinya DBD berasal dari luar daerah," katanya.

Menurutnya, ketika ada kasus DBD di suatu wilayah, tim dari puskesmas setempat segera mengadakan pendidikan epidemologi dengan tujuan untuk membuktikan asal DBD dari wilayah sekitar atau dari luar wilayah. Acuan yang dipakai yaitu ABJ. Ia menyebut Kecamatan Wonosari sebagai wilayah dengan kasus DBD tertinggi di Gunungkidul. "Tahun ini jumlah penderita mencapai 66 orang," katanya.

Kepala UPT Puskesmas I Wonosari, Ariningsih Indriyati, membenarkan bahwa di wilayah Wonosari kasus DBD cukup tinggi. "Jumlah tahun ini sangat tinggi, terutama jika dibandingkan tahun lalu yang hanya terjadi satu kasus," ucapnya.

Ia menyatakan penyemprotan atau fogging tidak bisa dilakukan secara mendadak saat muncul kasus. Menurutnya, upaya fogging perlu mempertimbangkan jumlah warga yang menderita demam serta jentik nyamuk. Terlebih, fogging bukan satu-satunya cara menekan kasus DBD. "Pemberantasan sarang nyamuk dan fogging harus seimbang, karena fogging hanya memberantas nyamuk dewasa," katanya.