Pendonor Darah Lebih dari 25 Kali di PMI Sleman Dapat Hadiah

General Manager Garuda Indonesia Branch Office Yogyakarta Flora Izza ketika mengikuti aksi donor darah di Kantor Gapura Angkasa Yogyakarta, Sleman, Rabu (23/1). - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
18 September 2019 02:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman gelar HUT PMI ke 74 di Atrium Sleman City Hall, Selasa (17/9/2019). Selain donor darah, Pada kesempatan tersebut PMI Sleman juga memberikan piagam penghargaan kepada 66 orang yang telah mendonor sebanyak 25 kali atau lebih.

Ketua PMI Sleman Sunartono mengungkapkan Peringatan HUT PMI yang ke 74 tahun tersebut mengambil tema Kita Tangguh, Indonesia Tangguh. Hal itu dimaksudkan dalam rangka menghadapi kebencanaan, mengingat wilayah Kabupaten Sleman memiliki berbagai potensi bencana.

“Dengan ketangguhan menghadapi bencana, tidak akan menganggu laju kemajuan masyarakat,” kata Sunartono, Selasa (17/9/2019).

Adapun rangkaian acara menyambut HUT PMI tersebut telah dilaksanakan Upacara Peringatan HUT PMI ke 74 di Lapangan Pemda Sleman, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi atau latihan pertolongan pertama pada Palang Merah Remaja, donor darah, kerja bakti membersihkan lingkungan yang akan dilaksanakan pada 24 September 2019, dan persiapan peserta dari Kab Sleman untuk mengikuti Jumtek tingkat DIY yang akan dilaksanakan pada 26 – 29 September 2019 di Kabupaten Gunungkidul.

Ia juga melaporkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Sleman, pada tahun 2019 ini PMI Kabupaten Sleman bekersama dengan Dinkes Sleman dan RSUP Sardjito melakukan kontrol kualitas darah yang diperolah.

“Hasil dari Quality Control tersebut, bahwa Darah di PMI Kabupaten Sleman telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 91 Tahun 2015, Artinya Produk Darah PMI Sleman sangat aman untuk di pasien yang membutuhkan,” tukasnya.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan donor darah adalah bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan dan saat ini kebutuhan akan darah terus meningkat dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu, ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus mendukung PMI agar dapat bekerja dengan lebih baik lagi.

Lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya bersinergi dengan PMI untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam hal penyediaan stok darah.

“Salah satu upaya Pemkab Sleman adalah dengan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Sleman Nomor 38.26 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Jaminan Biaya Pengganti Pengolahan Darah, hal ini menunjukkan komitmen serius Pemerintah Kabupaten Sleman dalam hal pelayanan darah gratis bagi warga Sleman yang membutuhkan melalui Program Lada Manis," terangnya.

Sri berpesan agar PMI hendaknya memahami peta rawan bencana dengan mengedepankan kebutuhan riil masyarakat ketika melakukan aksi kemanusiaan di lapangan.

Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo mengapresiasi Pemda Kabupaten Sleman karena telah mengalokasikan sebagian dana APBD nya untuk mengganti biaya pengolahan darah. Sehingga masyarakat Sleman yang membutuhkan darah dapat memperoleh darah secara gratis dari PMI Sleman.

“Perhatian khusus Pemkab Sleman ini sangat baik, saya harap ini bisa jadi contoh untuk daerah lainya,” tutupnya.