Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Mobil melintas di lahan yang rencananya akan dijadikan sebagai lokasi pembangunan Pasar Prawirotaman, Selasa (17/9/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan fisik Pasar Prawirotaman yang tak kunjung dilakukan Pemkot Jogja mulai membuat pedagang pasar tersebut resah. Pasalnya, sejak pasar tempat mereka berjualan dibongkar beberapa bulan lalu, pedagang menempati pasar sementara yang lokasinya dinilai kurang layak.
Salah satu pedagang Pasar Prawirotaman yang tak bersedia disebutkan namanya mengaku sejak berdagang di lokasi pasar sementara yang berjarak sekitar 500 meter di selatan Pasar Prawirotaman, pemasukannya tidak sebesar waktu masih di Pasar Prawirotaman. Bahkan penurunan pendapatannya bisa mencapai lebih dari 50%.
“Penghasilannya jauh [lebih sedikit]. Saya sudah tidak berharap penghasilan di sini [pasar sementara]. Langganan yang dulu di Pasar Prawirotaman tidak mau datang ke sini,” kata dia saat ditemui Harianjogja.com di lapaknya, Selasa (17/9/2019).
Sebelum Pasar Prawirotaman dibongkar, pedagang asal Imogiri, Bantul itu berjualan pisang dengan menempati salah satu los sejak 30 tahun yang lalu, saat Pasar Prawirotaman masih sangat sederhana.
Di pasar sementara, dia mengeluhkan kondisinya yang sangat sepi pelanggan. Setiap hari, kata dia, dagangannya tidak selalu untung, malah sering tombok. “Di pasar lama biasanya pedagang pulang bisa sampai asar, kalau di sini jam 12.00 WIB saja sudah sepi,” kata dia.
Oleh karena itu dia berharap Pemkot segera menyelesaikan pembangunan Pasar Prawirotaman, agar aktivitas jual beli bisa kembali ramai. “Dulu pindahnya disuruh cepat-cepat, setelah kami pindah malah pembangunannya tidak segera dimulai. Ini yang bikin kami mangkel,” ucapnya.
Sebagai catatan, rencana pembangunan Pasar Prawirotaman telah disiapkan Pemkot sejak tahun lalu. Adapun para pedagang di pasar itu mulai direlokasi pada April lalu. Pasar itu direncanakan bakal menjadi bangunan pertama milik Pemkot Jogja yang mengadopsi konsep green building.
Meski belum ada pemenang lelang, Pemkot sudah membongkar bangunan pasar itu. Namun dari pantauan Harian Jogja, hingga kini di area bekas Pasar Prawirotaman tidak ada satupun aktivitas pembangunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Spider-Man: Brand New Day ternyata tidak banyak mengambil gambar di New York. Simak enam lokasi ikonik di Inggris dan Skotlandia yang menjadi latar film terbaru
Menpar berharap proses pendampingan tersebut dapat membawa Desa Kemiren meraih pengakuan sebagai salah satu desa wisata terbaik di dunia.
RSUD Cicalengka menonaktifkan sementara seorang perawat yang diduga mengunggah komentar nirempati terkait pasien BPJS Yurizal. Rumah sakit melakukan investigasi
RSA UGM merekomendasikan sanksi berat kepada perawat DPA terkait komentar nirempati terhadap pasien BPJS di media sosial. Sejak Jumat, DPA dilarang praktik samb
Work-life balance kini menjadi prioritas utama pekerja. Simak daftar 25 profesi bergaji tinggi hingga miliaran rupiah per tahun dengan keseimbangan hidup terbai