Jadikan Bandara Kulonprogo Pintu Masuk, Borobudur Incar 1 Juta Turis Asing

Wisatawan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. - Harian Jogja/Nina Atmasari
19 September 2019 06:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kementerian Pariwisata menjadikan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kecamatan Temon sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) menuju Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan kunjungan turis asing ke objek wisata Candi Borobudur lewat YIA Kulonprogo mencapai satu juta orang. Target tersebut diupayakan bisa terealisasi pada 2020.

Hal tersebut disampaikan Arief saat mengisi Focus Group Discoussion Satu Juta Wisatawan Mancanegara ke Destinasi Super Prioritas (DSP) Bobobudur melalui Pengembangan Aksesibilitas YIA di Terminal Penumpang YIA, Temon, Kulonprogo, Rabu (18/9/2019).

Untuk merealisasikan target ini, Pemerintah Pusat telah melakukan sejumlah upaya, antara lain mengalokasikan dana sebesar Rp2,1 trilun untuk infrastruktur fisik pendukung aksesbilitas bandara. Anggaran senilai Rp3 triliun yang ditujukan untuk pemasaran, promosi, pemberian insentif hingga penyiapan sumber daya manusia (SDM) di sekitar bandara juga telah disiapkan Kemenpar.

Upaya lain yang dilakukan yaitu selalu mempromosikan Borobudur ke internasional. “Proyeksi Kemenpar untuk tahun depan itu sudah satu juta wisatawan yang datang ke Borobudur,” ujarnya, kemarin.

YIA dipilih sebagai pintu masuk wisman karena selama ini turis yang datang langsung lewat Bandara Adisutjipto Sleman hanya berkisar 138.600 orang atau butuh tujuh kali lipat untuk bisa memenuhi target kunjungan wisman.

Untuk meningkatkan lama singgah, Menpar meminta semua pemangku kepentingan di Jogja Solo dan Semarang (Joglosemar) berkolaborasi memunculkan atraksi wisata baru atau menambah destinasi wisata unggulan.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman mengatakan Presiden Joko Widodo telah menetapkan lima DSP. Selain Borobudur di Jawa Tengah, ada pula Danau Toba (Medan), Mandalika (Lombok), Labuhan Bajo (Sumba) dan Likupang (Sulawesi Utara). 

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi menyatakan siap mendukung tercapainya kunjungan 1 juta wisman di DSP Borobudur melalui YIA. Dia juga optimistis upaya ini bisa tercapai karena peningkatan wisman merupakan salah satu program jawatannya.

Menurut data, penumpang pesawat udara di Bandara Internasional Adisutjipto selama lima tahun terakhir (2014-2018) rata-rata tumbuh 7,8% per tahun. Pada 2018 lalu, bandara ini melayani 8,4 juta penumpang. Pergerakan pesawat juga terus tumbuh positif dalam lima tahun terakhir dengan rata-rata 6,45%. Sebanyak 85.000 pergerakan pesawat dilayani Bandara Adisutjito pada 2018 lalu.

“Kehadiran YIA akan mampu menyediakan kapasitas yang cukup besar bagi penerbangan domestik maupun internasional untuk langsung mendarat di DIY. Didukung dengan terminal penumpang seluas 219.000 meter persegi, YIA bisa melayani hingga 20 juta penumpang per tahun. Jumlah ini lebih dari sepuluh kali lipat lebih banyak dibanding kapasitas Adisutjipto yang menampung 1,8 juta penumpang per tahun,” papar Faik.