Ratusan Siswa di Kulonprogo Gelar Salat Minta Hujan untuk Riau dan Kalimantan

Ratusan siswa tengah mengikuti prosesi salat istisqo' di lapangan Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Jumat (20/9/2019) pagi. - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
21 September 2019 15:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Ratusan siswa dari Yayasan Amal Insan Mulia Kulonprogo melaksanakan salat istisqa di lapangan Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Jumat (20/9/2019) pagi. Ini dilakukan untuk memohon turunnya hujan di wilayah Indonesia yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan akibat musim kemarau.

Penanggung jawab acara, Riswanto mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk empati sekaligus mendoakan masyarakat terdampak karhutla di wilayah Riau dan Kalimantan. Doa serupa juga ditujukan kepada masyarakat yang bermukim di wilayah terdampak kekeringan, termasuk Kulonprogo.

"Banyak saudara-saudara kita di Kulonprogo, khususnya wilayah pegunungan yang sampai kekurangan air, maka ini sebagai ikhtiar kami sebagai umat islam memohon kepada Allah untuk dijauhkan dan dihindarkan dari bala kekeringan ini sehingga Allah menurunkan rahmatnya lewat hujan," kata Riswanto.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan kontekstual bagi siswa Yayasan Insan Mulia Kulonprogo atas musibah yang tengah melanda Indonesia. Para siswa diharapkan tidak hanya mengerti secara terori, tapi juga mengaplikasikannya langsung ke kehidupan sehari-hari. "Lewat kegiatan ini sekaligus menumbuhkan rasa empati para siswa," terangnya.

Selain siswa, salat istisqo' juga diikuti oleh seluruh orang tua siswa, tenaga pengajar dan pegawai dari lima sekolah yang berada di bawah Yayasan Insan Mulia Kulonprogo, yaitu TPA KB TKIT Insan Mulia, TPA KB TKIT Ibny Mas'ud, SDIT Ibnu Mas'ud, MI Ibnu Mas'ud dan SMPIT Ibnu Mas'ud.

Usai pelaksanaan salat, dilanjutkan dengan kegiatan donasi. Uang yang terkumpul nantinya akan disumbangkan kepada korban karhutla di Riau dan Kalimantan. "Kita juga menghimpun dana yang insallah akan kita salurkan via Jaringan Sekoah IslamĀ  Terpadu [JSIT] untuk para korban terdampak karhutla," ujar Riswanto.

Salah satu peserta, Nesya Julia Manda Rahmasari, 11, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Dia berharap lewat salat istisqo' hujan segera turun di wilayah terdampak karhutla. "Semoga masyarakat yang tinggal di Kalimantan dan Riau, selalu diberi keselamatan dan semoga kejadian ini tidak terulang lagi," ujar siswa kelas V SDIT Ibnu Mas'ud tersebut.