Penyu Sepanjang 1 Meter Ditemukan Mati di Pesisir Pantai Kulonprogo

Seorang warga menunjukkan bangkai penyu yang terdampar di di Pantai Pasir Kadilangu, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Rabu (2/10/2019). - Ist/ Dok warga
02 Oktober 2019 13:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Penyu terdampar yang sudah dalam kondisi mati kembali ditemukan di Pantai Pasir Kadilangu, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon. Penyu yang diketahui berjenis penyu lekang itu pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan pada Selasa (2/10/2019) sore.

Ketua Wisata Hutan Mangrove, Pantai Pasir Kadilangu, Suparyono mengatakan penyu tersebut ditemukan oleh Triyono, nelayan setempat. Saat sedang menjaring ikan di pinggir pantai, Triyono dikagetkan dengan adanya benda terapung. Ketika didekati ternyata itu adalah bangkai penyu. Oleh Triyono, bangkai tersebut ditarik ke daratan. Yang bersangkutan lantas mengabarkan penemuan ini ke warga sekitar.

"Saat dinaikkan dari laut sudah dalam kondisi mati. Tubuhnya juga sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat, perkiraan kami sudah mati sekitar dua hari yang lalu," kata Suparyono, Rabu (2/10/2019).

Suparyono menerangkan tubuh penyu itu memiliki panjang sekitar 100 cm dan lebar 75 cm. Karena sudah membusuk, pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 WIB warga berinisiatif menguburkan hewan dilindungi itu di pinggir pantai. Lokasi penguburan tak jauh dari pertama kali bangkai itu ditemukan.

"Tadi pagi kami buka kuburannya, untuk difoto dan dibagikan ke WhatsApp group [WAG] peduli lingkungan, biar ada tindak lanjutnya, setelah itu kami kuburkan lagi," ujarnya.

Suparyono berharap, penemuan bangkai penyu ini bisa menjadi perhatian pihak berwenang. Pasalnya, ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya bangkai penyu lekang juga pernah ditemukan di lokasi yang sama pada 4 Agustus 2019 lalu. Itu yang diketahui pihaknya. Yang tidak diketahui tapi tidak dilaporkan, diperkirakan juga ada.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan. Sebab, Pasir Kadilangu merupakan satu dari sejumlah lokasi penyu di Kulonprogo untuk berkembang biak. "Harapannya kepada dinas terkait bisa mengotopsi penyu ini, untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya, karena ini sudah berkali-kali terjadi," ucapnya.