Kekeringan Belum Berakhir, Bantuan Air Bersih Gunungkidul Berlanjut
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul membuat aplikasi pemantauan harga-harga kebutuhan pokok secara online. Kebijakan itu dibuat untuk memberikan kemudahan akses informasi kepada masyarakat.
Kepala Disperindag Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, mengatakan aplikasi penayangan harga sembako sedang dikaji bersama dengan tim dari Diskominfo. Diharapkan mulai awal tahun depan sudah dapat dioperasikan. “Teknisnya ada di Diskominfo dan saat ini masih proses pengembangan,” kata Johan kepada wartawan, Kamis (3/10/2019).
Dia menjelaskan, untuk keberadaan aplikasi diserahkan sepenuhnya kepada Diskominfo selaku organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, sedangkan untuk konten dilakukan tim dari Disperindag dengan pembaruan data di dalam aplikasi. “Kami yang bertugas meng-update harga-harga sesuai dengan harga yang berlaku di pasaran,” katanya.
Kepala Diskominfo Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan secara teknis berkaitan dengan pemantauan harga secara online sudah jadi. Hanya, untuk operasional harus melalui tahapan uji coba. “Kami uji coba dulu dan kalau sukses bisa langsung diluncurkan,” kata Kelik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Wamen HAM Mugiyanto mendukung percepatan RUU Penyadapan untuk memberi kepastian hukum dan mencegah penyalahgunaan kewenangan.
Kirab Dhaup Ageng Mangkunegaran di Solo disambut antusias warga. Gusti Sura dan Kanjeng Dimas menaiki kereta Glass Landauer.
JIKFP 2026 di Sleman City Hall menghadirkan 50 desainer dan lebih dari 600 model anak-remaja dari Indonesia, Timor-Leste, dan Malaysia.
Kios kelontong di Nglampar, Caturharjo, Sleman diduga dibobol pencuri lewat plafon. Rokok dan dompet hilang, kerugian Rp20 juta.
Polda Jateng menangkap I, terduga otak pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo yang merupakan mantan narapidana terorisme.