Kali Oya di Semin Mengering Akibat Kemarau Panjang, Warga Hanya Temukan Hamparan Pasir
Kemarau panjang membuat sejumlah titik Kali Oya di Semin Gunungkidul mengering. Debit air menyusut drastis hingga hanya menyisakan pasir dan batuan.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul membuat aplikasi pemantauan harga-harga kebutuhan pokok secara online. Kebijakan itu dibuat untuk memberikan kemudahan akses informasi kepada masyarakat.
Kepala Disperindag Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, mengatakan aplikasi penayangan harga sembako sedang dikaji bersama dengan tim dari Diskominfo. Diharapkan mulai awal tahun depan sudah dapat dioperasikan. “Teknisnya ada di Diskominfo dan saat ini masih proses pengembangan,” kata Johan kepada wartawan, Kamis (3/10/2019).
Dia menjelaskan, untuk keberadaan aplikasi diserahkan sepenuhnya kepada Diskominfo selaku organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, sedangkan untuk konten dilakukan tim dari Disperindag dengan pembaruan data di dalam aplikasi. “Kami yang bertugas meng-update harga-harga sesuai dengan harga yang berlaku di pasaran,” katanya.
Kepala Diskominfo Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan secara teknis berkaitan dengan pemantauan harga secara online sudah jadi. Hanya, untuk operasional harus melalui tahapan uji coba. “Kami uji coba dulu dan kalau sukses bisa langsung diluncurkan,” kata Kelik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang membuat sejumlah titik Kali Oya di Semin Gunungkidul mengering. Debit air menyusut drastis hingga hanya menyisakan pasir dan batuan.
Ribuan warga mengikuti senam bersama di Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Mustika Rasa 2026
Disertasi Abdul Kadir Bubu di FH UII menyoroti ketimpangan relasi rakyat dan DPR serta menawarkan rekonstruksi kedaulatan rakyat.
Telat ganti oli mobil bisa memicu kerusakan mesin, performa turun, overheating, BBM boros, hingga biaya perbaikan membengkak
Menkomdigi Meutya Hafid menerbitkan SE Nomor 4/2026. Operator seluler wajib melindungi sisa kuota dan memberi pilihan layanan kepada pelanggan
Banjir bandang Nepal menewaskan 616 orang, 2.301 terluka dan 2.500 masih hilang. Tim penyelamat terus mencari korban di perbatasan China