Sumur Bor Rusak, Warga Karangkulon Hanya Mengandalkan Bantuan Air Bersih

Kiki Luqmanul Hakim (ST16)
Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Rabu, 09 Oktober 2019 07:07 WIB
 Sumur Bor Rusak, Warga Karangkulon Hanya Mengandalkan Bantuan Air Bersih

Penyaluran bantuan air bersih./Harian Jogja-Desi Suryanto

Harianjogja.com, BANTUL - Sumur warga Padukuhan Karangkulon, Desa Wukirsari, Imogiri Bantul kekurangan air selama musim kemarau ini. Dukuh Karangkulon, Isnaini Mutharom, mengatakan sejauh ini warga mengandalkan bantuan dropping air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Ada beberapa yang terdampak tapi yang paling parah ada di RT 03, sejauh ini warga hanya mengandalkan bantuan dropping air. Untungnya sejauh ini bantuan air bersih dari lembaga atau instasi sosial,” katanya ketika dihubungi Harianjogja.com pada Selasa (8/20/2019).

Menurutnya selama musim kemarau ini ada tiga RT yang terdampak dan mengandalkan dropping air tersebut diantaranya ialah RT 01, 02 dan juga RT 03. Jika ditotal di tiga RT tersebut ada sekitar 50 kartu keluarga.

“Kan ada tiga RT ya tapi sebenarnya di RT 02 itu sudah ada sumur bor namun airnya tidak bersih, sumur itu bantuan dari Kementrian ESDM. Sekarang sumur itu sedang dicoba untuk dibersihkan ” jelasnya.

“Semisal sumur ini tidak bermasalah daerah kami itu tidak kekurangan air tapi berhubungan ada masalah yang airnya tidak jernih itu makanya kami mengandalkan bantuan dropping air,” lanjut Mutharom.

Sementara itu Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto menyampaikan musim kemarau yang berlangsung cukup lama ini mengakibatkan sejumlah Desa di Bantul mengalami kekeringan. Dwi mengaku pihak meningkatkan intensitas dropping air bersih di sejumlah desa yang mengalami kekeringan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online