NPC Bantul Minta Tambahan Anggaran untuk Tahun Depan

Para atlet yang bertanding di Peparda DIY 2019 berfoto bersama Bupati Bantul Suharsono di Gedung Parasamya, kompleks Pemkab Bantul, Rabu (9/10/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
09 Oktober 2019 19:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Komite Paralimpik Nasional atau National Paralympic Committee (NPC) Bantul berharap tahun depan ada penambahan dana hibah untuk pembinaan atlet paralimpik Bantul. Terlebih, dalam event Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) DIY 2019, NPC Bantul bertekad mengulang sukses event sebelumnya sebagai juara umum.

Bendahara NPC Bantul, Ari Kurniawan menilai dana hibah tahun ini yang mencapai Rp750 juta masih jauh dari cukup, khususnya untuk pembinaan para atlet. Oleh sebab itu, untuk tahun ini, dana hibah dari Pemkab, lebih banyak dibelanjakan untuk sarana dan prasarana olahraga ketimbang pembinaan atlet. "Idealnya sebesar Rp1 miliar. Contoh misalnya Sleman, tahun ini hibahnya sudah Rp1,3 miliar. Sarana untuk atlet paralimpik memang cukup mahal, contohnya, harga kursi roda tenis saja saat ini sudah mencapai sekitar Rp35 juta," kata dia seusai audiensi dengan Bupati Bantul di Parasamya, kompleks Pemkab Bantul, Rabu (9/10/2019).

Meski begitu, di Peparda 2019 NPC Bantul tetap mematok target sebagai juara umum. Beberapa cabang olahraga (cabor) yang jadi andalan untuk mendulang emas, di antaranya adalah tiga nomor di cabang atletik, tenis kursi roda, dan bulutangkis, catur, dan panahan.

Bahkan untuk para peraih medali emas, NPC Bantul juga sudah menyiapkan bonus khusus yang diambilkan dari dana hibah Pemkab Bantul melalui NPC Bantul. Sayangnya Ari enggan menyebut angka hadiah bagi atlet peraih medali. "Sebagai penyemangat ada bonusnya nanti, namun tak bisa kami publikasikan dulu," kata dia.

Di Peparda 2019, tercatat ada 10 cabang olahraga yang dipertandingkan, di antaranya atletik, tenis meja, tenis kursi roda, panahan, renang, voli, catur, dan angkat berat. Di ajang tersebut, NPC Bantul mengirimkan 64 atlet yang didampingi 16 pelatih dan 10 pendamping.

Wakil Ketua NPC Bantul, Fauzan Mu'arifin mengatakan dana hibah sangat penting untuk memfasilitasi para atlet difabel. Dia berharap tahun depan dana hibah bisa lebih memadai guna mempertahankan prestasi para atlet yang mengharumkan nama baik Bantul. “Sejauh ini prestasi atlet-atlet kami tak bisa diremehkan. Ini perlu dipertahankan, kalau bisa ditingkatkan. Ini semua demi nama Bantul,” ucap Camat Banguntapan tersebut.

Bupati Bantul Suharsono mengaku tengah mempertimbangkan masukan NPC untuk tahun depan.  Pemkab, kata dia, perlu membagi anggaran untuk berbagai kebutuhan prmbangunan di Bantul di tengah keterbatasan anggaran. "Harapan saya tinggi tapi saya harus memperhatikan semuanya, jadi harus dibagi-bagi. Anggaran kami memang terbatas," ujar Suharsono.