PILKADA SLEMAN: Sri Muslimatun Masuk Daftar Nasdem, Koalisi Santun Bisa Terulang

Papan reklame bertuliskan Nasdem Memanggil terpajang di Jalan Colombo, Kecamatan Depok, Sleman, Rabu (9/10/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
09 Oktober 2019 19:37 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menjadi salah satu bakal Calon Bupati (Cabup) Sleman yang disiapkan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) untuk menghadapi Pilkada Sleman 2020.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Sleman, Surana mengklaim selain Sri Muslimatun, sejumlah nama masuk ke dalam daftar bakal Cabup Sleman. Tak cukup sampai di situ, melalui tajuk Nasdem Memanggil, partainya kini juga tengah membuka pendaftaran putra-putra daerah yang berminat maju dalam Pilkada melalui Partai Nasdem.

“Semua yang kami lakukan sudah sesuai mekanisme partai. Kami menjaring putra-putra daerah, siapapun bisa menjadi kepala daerah baik di Sleman, Bantul dan Gunungkidul," ujar Surana, Selasa (8/10/2019).

Setelah penjaringan itu, imbuh dia, partainya akan memverifikasi setiap nama yang masuk. Selain itu juga akan disurvei siapa dari mereka yang diinginkan masyarakat.

Dia mengaku sejauh ini sudah ada enam nama yang masuk. Sayangnya, dia masih menutup rapat identitas keenam orang itu. "Yang pasti sudah ada kader yang saat ini juga jadi Wakil Bupati, Bu Sri Muslimatun. Tetapi nanti tetap dasarnya survei yang diinginkan masyarakat," ujar dia.

Dengan perolehan tiga kursi saat Pemilu 2019, Surana mengaku hal iu tak jadi masalah. Pasalnya, Nasdem diakui dia akan tetap intens berkomunikasi dengan partai lain guna kebutuhan koalisi.

Salah satu parpol yang kemungkinan bisa diajak koalisi adalah Partai Golkar, mengingat di Dewan, saat ini Partai Nasdem dan Golkar masuk di gerbong yang sama dalam satu fraksi. "Partai yang lain pun tetap jalin komunikasi, kami rembukan," kata Surana.

Sebagai catatan, saat Pilkada 2015, Partai Nasdem berkoalisi dengan PAN dalam gerbong Koalisi Santun yang berhasil memenangkan pasangan Sri Purnomo dan Sri Muslimatun. Menurutnya, kemungkinan berkoalisi dengan PAN juga tetap terbuka lebar.
Koalisi Santun terdiri dari PAN, PKB, Golkar, PPP, Nasdem, Demokrat, Hanura dan PBB. Jika dilihat jumlah kursi di DPRD Kabupaten Sleman periode 2019-2024, Koalisi Santun memiliki total 23 kursi.