Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah rumah di Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo, dilaporkan rusak diterjang angin kencang pada Jumat (11/10/2019) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun ada seorang warga yang mengalami luka ringan akibat tertimpa genting yang runtuh.
Kepala Dusun Gatak, Suswati, mengatakan angin kencang yang menerjang wilayahnya terjadi Jumat siang selepas ibadah Salat Jumat. Warga dikagetkan dengan suara gemuruh angin yang melintas dan mengakibatkan tiga rumah rusak. “Tiga rumah yang rusak masing-masing milik Nursalim, Nawikem dan Ngadiran. Kerusakan tidak terlalu parah karena mayoritas yang hancur hanya genting akibat diterbangkan angin,” katanya kepada wartawan, Jumat.
Selain merusak tiga rumah, Nursalim juga menjadi korban karena tertimpa genting. Meski demikian, Suswati memastikan korban dalam keadaan sehat karena langsung mendapatkan pertolongan medis. “Nursalim luka ringan di bagian kepala, tapi yang bersangkutan sudah dibawa ke klinik untuk diobati,” katanya.
Menurut dia, peristiwa angin kencang juga terjadi di Dusun Karangduwet II. Meski demikian, ia belum tahu persis berapa jumlah kerusakan di wilayah tersebut. “Untuk kepastian kerusakannya seperti apa saya tidak tahu,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, membenarkan adanya peristiwa angin kencang di Desa Karangmojo. BPBD, menurut Edy, langsung menurunkan petugas untuk mendata dan menangani musibah tersebut. “Data masih kami kumpulkan. Informasinya angin kencang menerjang dua dusun,” katanya.
Edy meminta kepada masyarakat untuk terus berhati-hati. Angin kencang yang melanda, menurut Edy, merupakan penanda masuknya masa pancaroba sehingga intensitas embusan semakin meningkat. “Satu bulan sebelum turun hujan ada perubahan cuaca dan banyak kejadian. Salah satunya embusan angin kencang dan potensi ini merata di seluruh wilayah Gunungkidul,” katanya.
Guna mengantisipasi bencana akibat angin kencang, Edy meminta warga memotong batang dan dahan pohon yang rapuh dan berpotensi tumbang. “Kalau pohon besar dipangkas, maka potensi musibah bisa dikurangi. Kami mengimbau warga untuk berhati-hati dan waspada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (2