Bantuan Air Bersih Sudah Menjangkau 8 Kapanewon di Gunungkidul
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah rumah di Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo, dilaporkan rusak diterjang angin kencang pada Jumat (11/10/2019) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun ada seorang warga yang mengalami luka ringan akibat tertimpa genting yang runtuh.
Kepala Dusun Gatak, Suswati, mengatakan angin kencang yang menerjang wilayahnya terjadi Jumat siang selepas ibadah Salat Jumat. Warga dikagetkan dengan suara gemuruh angin yang melintas dan mengakibatkan tiga rumah rusak. “Tiga rumah yang rusak masing-masing milik Nursalim, Nawikem dan Ngadiran. Kerusakan tidak terlalu parah karena mayoritas yang hancur hanya genting akibat diterbangkan angin,” katanya kepada wartawan, Jumat.
Selain merusak tiga rumah, Nursalim juga menjadi korban karena tertimpa genting. Meski demikian, Suswati memastikan korban dalam keadaan sehat karena langsung mendapatkan pertolongan medis. “Nursalim luka ringan di bagian kepala, tapi yang bersangkutan sudah dibawa ke klinik untuk diobati,” katanya.
Menurut dia, peristiwa angin kencang juga terjadi di Dusun Karangduwet II. Meski demikian, ia belum tahu persis berapa jumlah kerusakan di wilayah tersebut. “Untuk kepastian kerusakannya seperti apa saya tidak tahu,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, membenarkan adanya peristiwa angin kencang di Desa Karangmojo. BPBD, menurut Edy, langsung menurunkan petugas untuk mendata dan menangani musibah tersebut. “Data masih kami kumpulkan. Informasinya angin kencang menerjang dua dusun,” katanya.
Edy meminta kepada masyarakat untuk terus berhati-hati. Angin kencang yang melanda, menurut Edy, merupakan penanda masuknya masa pancaroba sehingga intensitas embusan semakin meningkat. “Satu bulan sebelum turun hujan ada perubahan cuaca dan banyak kejadian. Salah satunya embusan angin kencang dan potensi ini merata di seluruh wilayah Gunungkidul,” katanya.
Guna mengantisipasi bencana akibat angin kencang, Edy meminta warga memotong batang dan dahan pohon yang rapuh dan berpotensi tumbang. “Kalau pohon besar dipangkas, maka potensi musibah bisa dikurangi. Kami mengimbau warga untuk berhati-hati dan waspada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Mulai 1 Agustus 2026 berlaku aturan baru, mulai pungutan pajak pedagang marketplace hingga kenaikan tarif layanan hukum dan pendaftaran merek.
Petenis Indonesia Janice Tjen tersingkir di 16 besar WTA 500 DC Open setelah kalah sengit dari Anna Kalinskaya dalam 3 set. Simak detail pertandingan dramatisny
Penggunaan QRIS di DIY tumbuh 17,5 persen hingga Juni 2026. Mayoritas merchant berasal dari usaha mikro dengan konsentrasi terbesar di Sleman.
Kenali 4 pembalap MotoGP 2026 yang belum pernah menang balapan, termasuk Pedro Acosta dan Toprak Razgatlioglu. Siapa yang akan segera memecahkan rekor?
Agustus 2026 diramaikan peluncuran smartphone baru dari Google, Poco, Honor, Vivo, iQoo, dan Oppo dengan spesifikasi unggulan.