Kemarau Parah, Embung Nglanggeran Mengering

Embung Nglanggeran di Desa Nglanggerang mengering karena air disedot untuk menyirami tanaman buah di lokasi sekitar. Foto diambil beberapa waktu lalu. - Ist/pengelola wisata Nglanggeran.
10 Oktober 2019 19:37 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Wisata Embung Nglanggeran di Patuk, Gunungkidul mengalami kekeringan sejak beberapa bulan belakangan ini. Air embung tersebut selama ini dimanfaatkan untuk mengairi tanaman buah yang berada tidak jauh dari lokasi embung.

"Jadi habis untuk menyirami durian dan kelengkeng, memang fungsi embung kan untuk mengairi tanaman ketika terjadi krisis air," kata Pengelola Gunung Api Purba Nglanggeran, Aris Triyono, Kamis (10/9).

Aris menuturkan tahun ini musim kemarau terbilang cukup panjang. Tahun lalu embung tersebut juga mengalami kekeringan, tapi tidak separah tahun ini. Ia berharap agar hujan segera turun dan bisa mengisi debit air embung seperti sediakala.

"Itu [keringnya embung Ngelanggeran] hanya sementara aja, nanti kalau hujan turun pasti terisi lagi," paparnya.

Aris mengatakan embung Nglanggeran tidak hanya dimanfaatkan buat menyirami tanaman yang berada di sekeliling embung, tapi juga sebagai destinasi wisata pendukung Gunung Api Purba Nglanggeran. Bahkan, menjadi salah satu daya tarik para wisatawan.

Aris menuturkan akibat mengeringnya air Embung Nglanggeran, tempat wisata tersebut mengalami penurunan dari segi jumlah pengunjung. Ia mengungkapkan di hari-hari biasa, pengunjung setiap bulannya bisa mencapai belasan ribu.

Namun, setelah mengalami kekeringan, jumlah wisatawan menurun hingga di angka 2.000 wisatawan setiap bulannya. "Kalau embung ketika kering seperti saat ini, wisatawan turun hingga 2.000 per bulannya," kata dia.

Ia menuturkan saat ini para pengelola mengalihkan wisatawan yang telah datang ke embung Nglanggeran untuk berkunjung ke wisata lainnya yang terletak di kawasan tersebut salah satunya Gunung Api Purba Nglanggeran. Di kawasan tersebut, wisatawan bisa menikmati pemandangan gunung api yang tak aktif lagi sejak jutaan tahun lalu.

Ia menambahkan, ketika masih ingin menikmati Embung Nglanggeran, wisatawan bisa datang saat sore hari menjelang magrib. Wisatawan bisa menikmati wisata Matahari terbenam berlatar embung dan Gunung Api Purba Nglanggeran.