Terima Bansos Saat Jadi PPPK, ASN Gunungkidul Kembalikan Rp1,5 Juta
seorang ASN Gunungkidul mengembalikan Rp1,5 juta dana bansos PKH setelah anggota keluarganya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
Ilustrasi KTP penghayat kepercayaan./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil Gunungkidul memastikan Masyarakat aliran kepercayaan tetap mendapatkan haknya untuk mengisi kolom agama di KTP elektronik. Hingga sekarang sudah ada 233 warga yang berani mencantumkan keyakinannya di kartu identitas diri.
Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Markus Tri Munarja mengatakan, tidak ada masalah dengan kolom agama bagi penganut aliran kepercayaan. Pasalnya, sesuai dengan Putusan Mahkama Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016 bisa mendapatkan hak tersebut dalam pengisian indetitas di kolom agama di dokumen kependudukan yang dimiliki.
“Jadi tetap disebutkan sebagai Penganut Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Markus, Minggu (24/8/2025).
BACA JUGA: Remaja 15 Tahun di Panggang Dicabuli Tetangganya
Total hingga sekarang ada 233 warga yang mencantumkan aliran kepercayaan sebagai agama didalam dokumen KTP-el. Para penganut ini tersebar di sepuluh kapanewon di Gunungkidul.
Meski demikian, sambung dia, pengisian ini ada syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya, bagi warga yang ingin mengubah keyakinan di kolom agama dengan penghayat kepercayaan, maka harus tergabung dalam organisasi kepercayaan yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
“Memang sudah ada ratusan warga yang mengubah identitas di kolom agama menjadi penganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tapi, kami juga terus melakukan sosialiasi ke Masyarakat agar Masyarakat penghayat tidak ragu untuk mengubah keyakinannya di kolom keagamaan sesuai dengan yang diyakini,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara mengatakan, organisasi aliran kepercayaan di Masyarakat diakui oleh negara melalui Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Ia pun mendorong kepada warga penghayat untuk berani tampil dan mengubah keyakinan di kolom keagamaan karena haknya telah diakui oleh negara.
“Jadi tidak usah malu karena sudah ada ketentuan yang mengatur bahwa keyakinan bagi kelompok penghayat bisa dicantumkan di kartu identitas diri,” kata Mantara.
Ia mencatat hingga sekarang ada lima organisasi kepercayaan yang berkembang di Kabupaten Gunungkidul. Kelompok ini meliputi Palang Putih Nusantara; Sumarah; Mardi Santosa Ning Budi; Pran Soleh dan Kodrating Pangeran. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
seorang ASN Gunungkidul mengembalikan Rp1,5 juta dana bansos PKH setelah anggota keluarganya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
Kia Tasman mendapat dokumen homologasi di Filipina. Pickup bermesin diesel 2.200 cc ini terdaftar bersama varian kendaraan komando taktis.
Alex Marquez dipastikan absen di MotoGP Qatar 2026 untuk menjalani operasi bahu kanan. Pembalap Gresini Ducati itu membidik comeback di Portugal.
Tanggal 2 November 2026 diperingati sebagai Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas atas Kejahatan terhadap Jurnalis dan Hari Arwah.
Menggunakan satu password untuk banyak akun berisiko membuka akses peretas ke email, media sosial, hingga layanan keuangan. Simak cara mengamankannya.
Arsenal memimpin klasemen Liga Inggris dengan 24 poin setelah mengalahkan Liverpool. Manchester City tertinggal tiga poin di posisi kedua.