Advertisement
Banyak Pemukiman Tak Bisa Dimasuki Mobil Damkar, Jogja Tambah Hidran Kering
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA – Pemasangan hidran di kampung padat penduduk menjadi opsi untuk mempermudah petugas pemadam kebakaran menjalankan tugasnya dan menjadi sarana pertolongan pertama sebelum api membesar saat terjadinya kebakaran.
Menurut Kepala Dinas Kebakaran Kota Jogja Nur Hidayat, di Kota Jogja untuk tahun ini Dinas Kebakaran Kota Jogja sudah membuat sembilan hidran kering untuk kampung di Kota Jogja.
“Pemasangan hidran kering menjadi sebuah solusi penanganan yang efektif dalam menangani sebuah kebakaran, karena tidak semua kampung di Kota Jogja bisa dimasuki oleh mobil pemadam kebakaran,” ucap dia saat ditemui pada hari Kamis (10/10/2019) lalu.
Adapun menurut Lurah Karangwaru Sulasmi mengatakan warganya sangat menerima hidran kering ini. “Akan tetapi untuk saat ini, hidran yang kami terima masih dalam tahap uji coba,” ucap dia.
Kasi Pemerintahan dan Pembangunan Kelurahan Karangwaru Muhtahrom menambahkan untuk hidran kering ini masih dalam tahap uji coba supaya dapat sempurna.
“Masih ada beberapa alat yang belum bisa digunakan, untuk Kelurahan Karangwaru mendapatkan empat hidran. Akan tetapi baru dua hidran yang bisa berfungsi secara sempurna,” ucap dia saat ditemui di Kantor Kelurahan pada Jum’at (11/10/2019).
Muhtahrom juga berharap setelah hidran ini selesai dan berfungsi dengan normal, dan dapat diserahkan secara resmi ke pihak Kelurahan Karangwaru. “Kami berharap dari Dinas Kebakaran Kota Jogja dapat memberikan pelatihan kepada masyarakat, agar masyarakat semua dapat mengoprasikan hidran kering ini dengan benar,” ujar dia.
Lurah Karangwaru Sulasmi mengatakan untuk pembuatan hidran kering ini pihak kelurahan juga harus melakukan sosialisasi tentang pembuatan hidran. Karena pembuatan hidran itu harus membuat pipa ditanah, dan pembuatan ini otomatis membongkar jalan dan dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Apalagi jika pembuatannya di jalan yang sempit dan itu menjadi jalan utama yang dilewati, pasti sangat mengganggu masyarakat.
“Hal ini perlunya pengertian dari masyarakat juga, akan pentingnya pembuatan hidran ini,” ucap dia.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Harga Minyak Brent Naik Lagi, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- WFH ASN DIY Dimulai, Rabu Dipilih Hindari Efek Libur Panjang
- BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di DIY Mulai 9-11 April
- Nilai TKA SMP Tertinggi di Kulonprogo Bakal Diganjar Laptop dan Sepeda
- Jadwal KRL Jogja-Solo 9 April 2026, Lengkap dari Tugu
- Viral Keributan di Kotagede Jogja, Polisi Pastikan Berakhir Damai
Advertisement
Advertisement







