Banyak Pemukiman Tak Bisa Dimasuki Mobil Damkar, Jogja Tambah Hidran Kering

Petugas pemadam kebakaran dibantu anggota SAR, Polisi dan TNI dan sukarelawan berupaya terus memadamkan api pada kebakaran yang terjadi pada gudang Hotel Abadi di kampung Sosrowijayan Kulon, Sosromenduran, Gedong Tengen, Jogja, Rabu (02/09/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
12 Oktober 2019 01:17 WIB Rofik Syarif G.P (M127) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Pemasangan hidran di kampung padat penduduk menjadi opsi untuk mempermudah petugas pemadam kebakaran menjalankan tugasnya dan menjadi sarana pertolongan pertama sebelum api membesar saat terjadinya kebakaran.

Menurut Kepala Dinas Kebakaran Kota Jogja Nur Hidayat, di Kota Jogja untuk tahun ini Dinas Kebakaran Kota Jogja sudah membuat sembilan hidran kering untuk kampung di Kota Jogja.

“Pemasangan hidran kering menjadi sebuah solusi penanganan yang efektif dalam menangani sebuah kebakaran, karena tidak semua kampung di Kota Jogja bisa dimasuki oleh mobil pemadam kebakaran,” ucap dia saat ditemui pada hari Kamis (10/10/2019) lalu.

Adapun menurut Lurah Karangwaru Sulasmi mengatakan warganya sangat menerima hidran kering ini. “Akan tetapi untuk saat ini, hidran yang kami terima masih dalam tahap uji coba,” ucap dia.

Kasi Pemerintahan dan Pembangunan Kelurahan Karangwaru Muhtahrom menambahkan untuk hidran kering ini masih dalam tahap uji coba supaya dapat sempurna.

“Masih ada beberapa alat yang belum bisa digunakan, untuk Kelurahan Karangwaru mendapatkan empat hidran. Akan tetapi baru dua hidran yang bisa berfungsi secara sempurna,” ucap dia saat ditemui di Kantor Kelurahan pada Jum’at (11/10/2019).

Muhtahrom juga berharap setelah hidran ini selesai dan berfungsi dengan normal, dan dapat diserahkan secara resmi ke pihak Kelurahan Karangwaru. “Kami berharap dari Dinas Kebakaran Kota Jogja dapat memberikan pelatihan kepada masyarakat, agar masyarakat semua dapat mengoprasikan hidran kering ini dengan benar,” ujar dia.

Lurah Karangwaru Sulasmi mengatakan untuk pembuatan hidran kering ini pihak kelurahan juga harus melakukan sosialisasi tentang pembuatan hidran. Karena pembuatan hidran itu harus membuat pipa ditanah, dan pembuatan ini otomatis membongkar jalan dan dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Apalagi jika pembuatannya di jalan yang sempit dan itu menjadi jalan utama yang dilewati, pasti sangat mengganggu masyarakat.

“Hal ini perlunya pengertian dari masyarakat juga, akan pentingnya pembuatan hidran ini,” ucap dia.