Penyebab Kebakaran di Sarkem Masih Diselidiki

Petugas pemadam kebakaran dibantu anggota SAR, Polisi dan TNI dan sukarelawan berupaya terus memadamkan api pada kebakaran yang terjadi pada gudang Hotel Abadi di kampung Sosrowijayan Kulon, Sosromenduran, Gedong Tengen, Jogja, Rabu (02/09/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
03 Oktober 2019 06:47 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Sebuah gudang kayu di kawasan Pasar Kembang (Sarkem) Sosromenduran, Gedongtengen, ludes terbakar, Rabu (2/10/2019). Peristiwa tersebut juga menyebabkan seorang juru parkir yang sedang beristirahat tewas terpanggang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Harian Jogja, peristiwa naas tersebut yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Nyala api yang tiba-tiba membumbung tinggi sempat menimbulkan kepanikan warga. Pasalnya, kebakaran terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk.

"Api cepat membesar. Selain gudang, api juga membakar sebagian rumah di sekitar gudang, hanya sedikit. Ada sekitar lima rumah," kata Ismail, salah seorang penjaga gudang, di lokasi kejadian.

Tak berapa lama, petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi. Sebanyak lima mobil damkar pun diturunkan untuk memadamkan kebakaran. Selain itu, satu unit water cannon milik kepolisian ikut membantu proses pemadaman.

Kepala Seksi Operasional dan Penyelamatan Dinas Kebakaran Kota Jogja Mahargyo mengatakan proses pemadaman api menghabiskan waktu sekitar dua jam. Pasalnya, gudang yang terbakar berisi barang-barang yang mudah terbakar. Seperti kayu dan bahan bangunan lainnya.

"Ada enam unit damkar yang dikerahkan. Ditambah satu unit dari UGM, dan watercanon milik Polresta. Api sudah bisa dipadamkan pada pukul 11.30, dilanjutkan proses pendinginan sampai 12.30," kata Mahargyo.

Meski mengerahkan enam unit Damkar, namun akses menuju lokasi kebakaran menjadi kendala. Petugas kemudian mengulur selang air agar penyemprotan air mengenai titik sasaran. Proses pemadaman juga terkendala lantaran di sekitar lokasi tidak dilengkapi dengan fasilitas hydran.

"Jalannya kan sempit, padahal lokasi kebakaran di dalam kampung, jadi selang diulur panjang. Tidak ada fasilitas hydran di sekitar lokasi kebakaran," katanya.

Nilai kerugian
Mahargyo mengatakan, kebakaran tersebut menelan seorang korban. Korban tersebut bernama Yaiudin. Korban selama ini dikenal sebagai merupakan juru parkir di sekitar jalan Pasar Kembang. Setelah dievaluasi, korban dilarikan ke RS Bhayangkara Kalasan.

"Posisi korban ditemukan di bagian pojok di dalam area gudang. Kemungkinan korban tertidur saat kebakaran terjadi," katanya.

Selain menelan korban jiwa, kebakaran tersebut juga menghanguskan seluruh isi gudang, sepeda motor, sejumlah backpacker dan beberapa rumah warga di sekitar turut terdampak. Diperkirakan kerugian ratusan juta rupiah.

Kerugian gudang sekitar Rp40 juta, rumah warga sekitar Rp10 juta dan sembilan unit AC yang dibuat bangunan hotel berikut kaca jendela rusak. Satu AC ditaksir Rp9 juta.

Sampai saat ini penyebab kebakaran masih belum bisa diketahui. Meskipun dilaporkan ada instalasi listrik di gudang tersebut, namun tidak ada aktivitas terkait kelistrikan. "Kami belum tahu pastinya itu gudang punya siapa. Ada yang bilang punya perusahaan lain," katanya.

Terpisah, KBO Sat Sabhara Polresta Jogja, Ipda Sugiyanto membenarkan adanya korban jiwa dari peristiwa tersebut. Disinggung soal penyebab kebakaran, ia menduga kebakaran tersebut diakibatkan adanya konseling listrik. "Itu diduga ya, kemungkinan akibat korsleting listrik yang membakar gudang kayu," katanya.

Sementara itu, T. Prasetyo Hadi pengelola Hotel Abadi Jogja menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kebakaran tersebut kepada kuasa hukum hotel. Dia juga membantah jika korban tewas merupakan karyawan dari Hotel Abadi. "Korban bukan karyawan kami sebagaimana beredar sebelumnya. Korban sehari-hari diketahui sebagai juru parkir. Kami tidak mengetahui kenapa saat kebakaran korban berada di sana," katanya.