Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Tim Jitbom mengambil peluru yang ditemukan di galian SAH barat RS PKU Jogja, Kamis (17/10/2019)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA-- Sebanyak 119 peluru berjenis FN dengan kaliber 9 milimeter ditemukan seorang karyawan penggali Saluran Air Hujan (SAH) yang berlokasi di sebelah barat Rumah Sakit PKU Jogja, pada Kamis (17/10/2019) sekitar pukul 09.30 WIB. Peluru ini diperkirakan diproduksi empat tahun lalu dan berstatus aktif.
Kapolsek Ngampilan, AKP Hendro Waryono, mengatakan kondisi peluru masih dalam selongsong dan berserakan di dalam galian SAH. Berdasarkan keterangan karyawan penggali SAH, pada hari sebelumnya belum ditemukan adanya amunisi. “jadi kemungkinan baru tadi malam dibuang,” ujarnya.
Menurutnya, peluru yang ditemukan bisa dari bermacam senjata seperti SS dan FN. “Ada yang pendek-pendek, tapi ada juga yang jenis senjata lama SS. Tidak terbungkus, tapi berserakan begitu saja. Ada juga yang terangkai dalam satu magasin,” ungkapnya.
Sesuai dengan prosedur, pihaknya begitu mendapat laporan dan mengecek lokasi, langsung melapor pada penjinak bom. “Ketika tidak yakin di dalamnya ada apa saja, kita harus melapor ke penjinak bom,” kata dia.
Ia menjelaskan temuan ini selanjutnya akan diamankan oleh Penjinak Bom (Jitbom). Pihaknya sudah berusaha mencari rekaman CCTV di lokasi, namun sayangnya tidak ada CCTV yang menjangkau titik ditemukannya peluru. “Belum ditemukan siapa yang membuang peluru itu,” katanya.
Waka Jitbom, Ipda Maryono, mengatakan kondisi peluru tercecer dan sebagian bisa langsung terlihat dari luar galian. “Letaknya ada yang terlalu jauh di dalam galian, sehingga perlu menggunakan alat bantu. Tapi tidak ada kesulitan untuk mengambil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.