Berkat Aplikasi OkeSayur, Mahasiswa UGM Melenggang ke Silicon Valley

Nindi Kusuma Ningrum, Nathanael Gavin dan Tommy Wahyu Yudialim dari Ilmu Komputer FMIPA saat menerima penghargaan YTECH 2019 berkat Aplikasi OkeSayur, belum lama ini. - Ist
17 Oktober 2019 23:37 WIB Adit Bambang Setyawan (M128) Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih medali emas dari ajang YTECH 2019, Female Founders with Silicon Valley Mindset lewat karya aplikasi belanja sayur online OkeSayur. Atas kemenangan itu tim OkeSayur mendapatan kesempatan untuk belajar ekosistem startup di kawasan pusat teknologi terbesar di dunia, Silicon Valley, Amerika Serikat.

“Selain itu, kami juga mendapatkan program inkubasi atau akselerasi serta funding [pendanaan] dari Angel Investor yang bekerja sama,” kata Co-founder OkeSayur, Nindi Kusuma Ningrum, saat dihubungi Kamis, (17/10/2019) sore.

YTECH 2019 merupakan kompetisi start up digital yang ditujukan untuk menjaring talenta muda, terutama perempuan muda Indonesia yang memiliki jiwa sociopreneur untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. Kompetisi dimulai sejak Juni hingga Oktober 2019 dan diikuti 65 tim yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Dari 65 tim yang mendaftar kemudian diseleksi hingga diperoleh sembilan besar dan disaring lagi menjadi tiga besar untuk presentasi di hadapan juri,” ujar Nindi.

Pada kompetisi itu, Nindi Kusuma Ningrum, Nathanael Gavin dan Tommy Wahyu Yudialim dari Ilmu Komputer FMIPA yang merupakan perwakilan tim OkeSayur mengajukan startup OkeSayur yang merupakan aplikasi layanan belanja dan antar produk bahan pangan dengan tagline More Than Just Shopping Groceries. Hingga saat ini aplikasi OkeSayur telah memiliki lebih dari 1.500 pengguna dan telah diunduh sebanyak 2.000 kali.

Nindi menyampaikan pengembangan aplikasi OkeSayur berawal dari keprihatinan terhadap eksistensi pasar tradisional yang kian melemah karena perubahan gaya hidup modern. Melihat kondisi tersebut dia bersama dengan teman-teman di UGM akhirnya menggagas pengembangan aplikasi yang dapat membantu masyarakat belanja sayur dan kebutuhan dapur. Namun, tetap menjaga kelestarian pasar-pasar tradisional.

Awalnya Nindi mengaku aplikasi Okesayur menjadi starup yang banyak diremehkan teman-teman kampusnya, tapi itu menjadi penyemangat sehingga aplikasi ini sekarang dinilai menjadi aplikasi yang cukup keren. Ia sebelumnya juga tidak menyangka bisa menang.

“Saya sendiri enggak percaya bisa menang, awalnya cuma pengin memperlebar koneksi saja soalnya bakal dimentorin dan ketemu sama orang-orang keren,” kata Nindi.

Berbagai kebutuhan sayur dan bahan pangan yang ditawarkan melalui aplikasi OkeSayur diambil dari pasar-pasar tradisional yang berada di Jogja dan Klaten. Menyediakan sekitar 150 produk meliputi sayur, buah, seafood, daging, bumbu dapur, serta produk organik.

OkeSayur memiliki sejumlah fitur belanja seperti pemilihan katalog, seting lokasi, pengiriman hingga pembayaran. Dikembangkan di penghujung 2017 silam dan telah tersedia di playstore. Selain bisa belanja melalui aplikasi, masyarakat juga dapat melakukan pemesanan lewat website Okesayur.com, dan bisa juga melalui chatting WhatsApp. Saat ini, layanan belanja OkeSayur sudah menjangkau konsumen di Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo serta Klaten.

Nindi juga berharap teman-temannya yang sedang membangun startup tambah semangat lagi, dan bisa ke Silicon Valley bareng dengannya.