SE Mendikdasmen Terbit, 549 Guru Honorer Sragen Terancam Tergusur
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan lava pijar pada Senin (18/2/2019) pagi. Kondisi tersebut terpantau dari daerah Bimomartani, Ngemplak, Sleman./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, SLEMAN-- Gunung Merapi belakangan kembali aktif dan meluncurkan awan panas.
Masyarakat lereng Gunung Merapi di Dusun Tunggularum, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serangkaian upacara adat dan seni budaya yang dikemas dalam Merti Bumi Tunggularum, guna memohon perlindungan agar terhindar dari bencana Gunung Merapi.
"Rangkaian upacara adat ini puncaknya akan dilaksanakan Minggu (20/10/2019) pukul 09.30 WIB di Balai Dusun Tunggularum, Wonokerto," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Aji Wulantara di Sleman, Jumat (18/10/2019).
Menurut dia, acara ini diawali dengan tarian kolosal dianjutkan dengan kirab budaya dari berbagai bregada dan warga masyarakat setempat.
Dilanjutkan dengan pentas seni jatilan Wahyu Turonggo Santoso dari Kaliangkrik Magelang.
"Upacara adat ini dilaksanakan setiap tanggal 21 bulan Sapar Kalender Jawa sebagai bentuk permohonan keselamatan dan perlindungan dari Tuhan YME kepada masyarakat Tunggularum dan sekitarnya agar terhindar dari bahaya dan bencana alam Gunung Merapi," katanya.
Ia mengatakan, nilai luhur yang terkandung dalam upacara adat ini meliputi kebersamaan, kegotongroyongan dan rasa syukur.
"Rangkaian kegiatan Upacara Adat Merti Bumi Tunggularum diawali pada Kamis 17 Oktober 2019 berupa bersih dusun dan mujahadah," katanya.
Kemudian pada Jumat 18 Oktober 2019 pukul 12.30 WIB di Balai Desa Tunggularum dengan pentas kesenian hadroh dari Pondok Pesantren Pandanaran dilanjutkan pengajian akbar oleh KH Anam Murfi Hasnafi dari Tegalrejo Magelang, dan pada malam harinya di Balai Dusun Tunggularum dipentaskan kethoprak Ngesti Budoyo dari Gondoarum dengan lakon Werdining Tresno.
Selanjutnya Sabtu 19 Oktober 2019 pukul 11.00 WIB di lapangan desa wisata Tunggularum dipentaskan kesenian jathilan Turonggo Dinowo Manunggal dilanjutkan pentas Kreasi Putri dan Panji, dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB dengan pentas wayang kulit oleh dalang Ki Kismanto, dan pada malam harinya mulai pukul 20.00 WIB dipentaskan wayang kulit oleh dalang Ki Wisnu.
Puncak acara Upacara Adat Merti Bumi Tunggularum ini berupa kirab budaya yang dilaksanakan pada Minggu 20 Oktober 2019 mulai jam 09.30 WIB dengan start dari Balai Dusun Tunggularum menuju Lapangan Merti Bumi.
Dilanjutkan dengan pentas seni jathilan “Wahyu Turonggo Santoso” dari Kaliangkrik Magelang mulai jam 11.00 WIB – selesai.
Aji Wulantara memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Kabupaten Sleman yang telah melestarikan potensi budaya yang adiluhung.
"Semua ini tentu akan menjadi semangat untuk membangun dan menjaga keistimewaan DIY. Sebagai bahasa universal nilai-nilai kebudayaan mampu menjadi pemersatu dan perekat masyarakat serta menjadikan stimulator untuk membangun daerah dan bangsa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan