Warga Taruban Kulon Gelar Baritan Mur Sinung

Para pengrawit tengah tampil dalam rangkaian upacara adat Baritan Mur Sinung di Dusun Taruban Kulon, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Minggu (20/10/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
21 Oktober 2019 06:02 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga Dusun Taruban Kulon, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo menyelenggarakan upacara adat Baritan Mur Sinung. Tradisi yang rutin digelar tiap bulan Sapar berdasarkan penanggalan Jawa itu bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan hasil bumi dan juga sebagai media untuk memanjatkan doa keselamatan.

“Hikmahnya masyarakat bisa tenteram dan apa yang dicita-citakan tercapai,” ungkap Ketua Pelaksana Upacara Adat Baritan, Dusun Taruban Kulon, Sugiman, di sela-sela kegiatan, Minggu (20/10/2019). Dia menerangkan kegiatan itu sama seperti sedekah bumi.

Warga berkumpul di satu titik dan berdoa bersama. Setelah itu membagikan sedekah ke masyarakat. Seusai membagikan sedekah warga akan pulang membawa berkat. Kepulangan itu lantas diberi nama Baritan atau bali irit iritan. Dalam bahasa Indonesia artinya pulang beriringan.

Ketua Umum Upacara Adat Baritan, Dusun Taruban Kulon, Wakit Surahman, mengatakan Baritan Mur Sinung dilaksanakan selama sepekan. Diawali prosesi pembersihan dua sendang yang ada di dusun tersebut, yakni Sendang Mur Sinung dan Ngipik Sari pada Minggu (13/10). Kemudian dilanjutkan Tahlilan, Mujahadah, dan penampilan Kesenian Islami Dhiba' Becike Rukun pada Sabtu (19/10).

Pada Minggu (20/10), acara diisi pentas Karawitan Laras Wiromo, Kendhuri dan Dhahar Kembul, Bregada Ronggo Jayan, dan Kesenian Oglek Sinung Budoyo. Kegiatan ini ditutup Pagelaran wayang Golek berlakon Sugriwa Subali dengan Dalang Ki Haryanto A. Juwono.

Wakit mengatakan kegiatan ini bukan hanya untuk menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan. Lebih dari itu, ini sebagai upaya melestarikan tradisi leluhur. Ditambah pengenalan seni tradisional kepada generasi muda khususnya anak-anak di Dusun Taruban Kulon.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dispar DIY Wardoyo mengatakan jawatannya memberi bantuan dari Dana Keistimewaan DIY dalam penyelenggaraan itu. Selain di Taruban Kulon, danais juga disalurkan ke daerah-daerah lain di DIY yang berpotensi untuk dikembangkan wisata budayanya.

Diharapkan bantuan tersebut bisa menjadi sebuah kekuatan untuk kemajuan wisata. Namun, penguatan wisata tak bisa hanya mengandalkan bantuan dari Pemerintah Daerah DIY. Perlu ada sinergitas dengan kabupaten dan kota di DIY. (Jalu Rahman Dewantara)