Jadi Menteri Kesehatan, Dokter Terawan Ternyata Alumnus SMA Bopkri 1 Jogja

Kepala SMA Bopkri 1 Jogja, Andar Rujito, menunjukkan dokumen berisikan data Mayjen TNI Terawan Agus Putranto semasa bersekolah di SMA Bopkri 1. - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
23 Oktober 2019 18:37 WIB Rahmat Jiwandono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Pemilihan Mayjen TNI Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan di Kabinet Indonesia Maju diapresiasi sekolah dan perguruan tinggi tempat dokter tersebut menempuh pendidikan. 

Terawan Agus Putranto merupakan lulusan SMA Bopkri 1 Jogja dan alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM). Kepala SMA Bopkri 1 Jogja, Andar Rujito, menilai Mayjen TNI Terawan Agus Putranto, adalah sosok yang religius, ia pasrah atas rencana Tuhan. Dia meyakini semua rencana Tuhan selalu yang terbaik. 

Terawan merupakan alumnus dari SMA Bopkri 1 Jogja, 36 tahun silam. Ia masuk ke SMA Bopkri 1 Jogja pada 1980 lalu. Saat kelas 2 SMA, Terawan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Semasa sekolah ia sempat mengikuti kegiatan Pramuka serta menggambar. Terawan beberapa kali menyempatkan berkunjung ke SMA Bopkri 1 Jogja. "Terakhir kami bertemu Februari kemarin, bahkan berkenan menjadi pembicara utama dalam sebuah acara," kata Andar Rujito, Rabu (23/10/2019). 

Pihaknya bangga atas penunjukan Terawan sebagai Menteri Kesehatan dalam Kabinet Indonesia Maju. "Tentu kami bahagia dan selamat kepada Terawan," kata dia.

Andar mengatakan Terawan dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan sederhana. Dalam kegiatan reuni alumni, dia bersikap biasa saja meskipun menjabat sebagai Direktur Utama RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Andar  meyakini dengan kerendahan hati Terawan, dia akan berpihak kepada rakyat kecil. Terlebih, ketika nantinya ia mengurusi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS.

Terpisah, Rektor UGM Profesor Panut Mulyono, mengatakan pihaknya mendukung dan senang alumninya banyak yang duduk di jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju. Misalnya Terawan Agus Putranto  yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran UGM pada 1990. "Semoga mereka dapat berkontribusi dalam mencapai kemajuan bangsa Indonesia," kata Panut. 

Presiden Joko Widodo kata Panut telah mencermati kinerja para menteri pada periode sebelumnya sebelum memilih tokoh-tokoh baru yang mengisi kabinet baru. 

"Presiden tentu punya pertimbangan-pertimbangan tertentu [dalam memilih menteri]," ungkapnya.