Demo Besar di Eropa Meluas, Biaya Hidup hingga Perumahan Jadi Pemicu
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
Asisten Perekonomian Pemkot Jogja Kadri Renggono (memegang mikrofon) menggunting pita pembukaan gelaran Gebyar UPPKS dan Pentas Budaya Jetis di halaman SMP 6 Jogja, Sabtu (26/10/2019)./Rofik Syarif G.P
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja terus memacu motivasi masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sekitar mereka untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Salah satunya melalui Gebyar Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dan Pentas Budaya Jetis yang digelar Sabtu (26/10/2019).
Camat Jetis, Sumargandi mengatakan dalam acara bertema Harmonis, Produktif dan Berbudaya tersebut menampilkan setidaknya 52 stan, masing-masing terdiri dari 30 stan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan sisanya untuk stan UPPKS. “Masih ditambah beberapa stan dari sponsor,” kata dia saat ditemui di sela-sela acara, Sabtu.
.jpg)
Melalui acara yang digelar di halaman SMP 6 Jogja tersebut, dia berharap masyarakat bisa lebih terpacu dalam mengembangkan potensi mereka, khususnya yang berkaitan dengan UPPKS. Dengan begitu program UPPKS yang dikembangkan pemerintah pun bisa efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan selain untuk meningkatkan eksistensi kelompok UPPKS di Kota Jogja, acara tersebut juga dimaksudkan untuk memperluas jaringan pemasaran UPPKS dan mempromosikan hasil produksi mereka secara lebih luas.
“Kami berharap melalui acara ini, produk masyarkaat dapat dikenal. Paling penting adalah dapat menyejahterakan serta meningkatkan pendapatan peserta pameran UPPKS. Selain itu kami juga mempromosikan soal keluarga berencana (KB) ke peserta pameran dan masyarakat,” ucap Emma.
Asisten Perekonomian Pemerintah Kota Jogja, Kadri Renggono mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempromosikan, memasarkan dan membangun jaringan antar UPPKS yang kemudian dapat bersinergi dan dapat mengoptimalkan produk yang dijual. Diharapkan dengan kegiatan ini UPPKS bisa lebih maju dan berkembang.
”Kami juga ingin para peserta UPPKS juga dapat saling bertukar pengalaman, tentang cara memasarkan dan cara meningkatkan kualitas produk agar perkembangan UPPKS di Kota Jogja semakin meningkat,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
DPRD dan Pemda DIY menyepakati KUA-PPAS 2027 dengan target pendapatan Rp4,8 triliun dan belanja daerah Rp4,93 triliun.
Ratusan suporter PSIM mendatangi latihan di Mandala Krida. Mereka menuntut Laskar Mataram bangkit dari zona degradasi Super League 2026/2027.
Polda Jatim mengungkap bisnis jual beli akun WhatsApp dan Telegram ilegal serta promosi judi online yang diduga terhubung jaringan Kamboja.
Kim Jong Un meminta Korea Utara mempercepat pengembangan senjata nirawak berbasis AI untuk meningkatkan kemampuan tempur dan modernisasi militer
Bulog Semarang memastikan stok beras 81.600 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan, termasuk saat Natal dan Tahun Baru.