OPINI: Pancasila, Daulat Pangan, dan Jalan Damai di Tanah Papua
Ketegangan di Papua Selatan uji nilai Pancasila. Proyek food estate dinilai abaikan masyarakat adat dan keberlanjutan.
Asisten Perekonomian Pemkot Jogja Kadri Renggono (memegang mikrofon) menggunting pita pembukaan gelaran Gebyar UPPKS dan Pentas Budaya Jetis di halaman SMP 6 Jogja, Sabtu (26/10/2019)./Rofik Syarif G.P
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja terus memacu motivasi masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sekitar mereka untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Salah satunya melalui Gebyar Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dan Pentas Budaya Jetis yang digelar Sabtu (26/10/2019).
Camat Jetis, Sumargandi mengatakan dalam acara bertema Harmonis, Produktif dan Berbudaya tersebut menampilkan setidaknya 52 stan, masing-masing terdiri dari 30 stan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan sisanya untuk stan UPPKS. “Masih ditambah beberapa stan dari sponsor,” kata dia saat ditemui di sela-sela acara, Sabtu.
.jpg)
Melalui acara yang digelar di halaman SMP 6 Jogja tersebut, dia berharap masyarakat bisa lebih terpacu dalam mengembangkan potensi mereka, khususnya yang berkaitan dengan UPPKS. Dengan begitu program UPPKS yang dikembangkan pemerintah pun bisa efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan selain untuk meningkatkan eksistensi kelompok UPPKS di Kota Jogja, acara tersebut juga dimaksudkan untuk memperluas jaringan pemasaran UPPKS dan mempromosikan hasil produksi mereka secara lebih luas.
“Kami berharap melalui acara ini, produk masyarkaat dapat dikenal. Paling penting adalah dapat menyejahterakan serta meningkatkan pendapatan peserta pameran UPPKS. Selain itu kami juga mempromosikan soal keluarga berencana (KB) ke peserta pameran dan masyarakat,” ucap Emma.
Asisten Perekonomian Pemerintah Kota Jogja, Kadri Renggono mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempromosikan, memasarkan dan membangun jaringan antar UPPKS yang kemudian dapat bersinergi dan dapat mengoptimalkan produk yang dijual. Diharapkan dengan kegiatan ini UPPKS bisa lebih maju dan berkembang.
”Kami juga ingin para peserta UPPKS juga dapat saling bertukar pengalaman, tentang cara memasarkan dan cara meningkatkan kualitas produk agar perkembangan UPPKS di Kota Jogja semakin meningkat,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketegangan di Papua Selatan uji nilai Pancasila. Proyek food estate dinilai abaikan masyarakat adat dan keberlanjutan.
Timnas U19 Indonesia hadapi Vietnam dalam laga penentuan juara Grup A AFF U19 2026. Kick-off malam ini pukul 20.00 WIB.
Gempa magnitudo 3,5 di Cianjur tidak menimbulkan kerusakan. BPBD memastikan kondisi aman, warga diminta tetap waspada.
Prabowo Subianto motivasi siswa Sekolah Rakyat di Bali agar tidak menyerah meski diejek dan tetap fokus belajar.
Usulan pajak nol persen impor suku cadang pesawat dinilai bisa tekan biaya operasional maskapai hingga 5 persen.
Bulog DIY percepat distribusi beras dan Minyakita. Stok capai 244 ribu ton, harga pangan di Jogja tetap stabil.