Bakti UMY untuk Bumi NTT

Sumber mata air di Desa Tliu yang akan dikelola oleh masyarakat Desa Tliu. - Istimewa
27 Oktober 2019 20:52 WIB MediaDigital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Saat ini sudah seharusnya perguruan tinggi  bukanlah seperti menara gading yang indah dipandang, anggun dan mempesona banyak pihak akan tetapi tidak memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sebagai perguruan tinggi milik Muhammadiyah, UMY ingin menepis stigma tersebut. UMY yang merupakan bagian dari persyarikatan Muhammadiyah ingin selalu berbakti untuk negeri dengan melakukan pencerahan dan memberikan manfaat untuk kemajuan bangsa.  Melalui Lembaga Penelitian Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian kepada masyarakat di bumi NTT yang merupakan salah satu kawasan KKN 3 T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang sudah sejak tahun 2014 dilakukan UMY.

Salah satu lokasi KKN 3 T di NTT yaitu di Desa Tli'u, Kec. Amanuban Timur, Kab. Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Desa Tliu merupakan desa tandus di daerah pedalaman di kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT yang memiliki komposisi penduduk muslim 20% akan tetapi mampu hidup rukun dengan penganut agama lain.

Kali ini LP3M UMY berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Kupang melakukan pengabdian masyarakat yang nyata. Adapun program  pengabdian masyarakat yaitu dengan memberikan stimulan dana program pengembangan pengelolaan air  berbasis masyarakat melalui pembangunan instalasi air yang dibutuhkan oleh masyarakat desa Tliu karena daerah ini memang daerah sulit air yaitu sejumlah 60 juta.

Selain itu juga UMY memberikan bantuan dana 10 juta untuk pengembangan UMKM Kelompok Perempuan Kreatif (KPK). Pada kesempatan ini UMY juga memberikan  Rp20 juta untuk bantuan peningkatan kapasitas guru dan sarana belajar Sekolah Dasar Muhammadiyah Tliu.

Pada kesempatan kali ini Gatot Supangkat sebagai kepala LP3M UMY mengungkapkan bahwa bantuan dana stimulan bagi masyarakat Tliu, sebagai wujud nyata kontribusi bakti UMY  bagi bangsa ini khususnya di NTT.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sekretaris PP Muhammadiyah yang sekaligus Ketua BPH UMY Agung Danarto bahwa pengabdian di bumi NTT  ini wujud nyata Muhammadiyah berkontribusi untuk kemajuan bangsa melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan bukti bahwa UMY sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah bukan menara gading yang indah saja tetapi memang keberadaannya dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat khususnya di bumi NTT.

Abdul Qadir Namela sebagai tokoh adat dan tokoh agama sekaligus warga masyarakat Desa Tliu menyambut baik dan sangat berterimakasih kepada UMY karena program pengabdian  UMY dapat membantu pengembangan kemajuan Desa Tliu.

Dalam kesempatan ini juga Adhianty Nurjanah selaku kepala Divisi Pengabdian Masyarakat LP3M UMY menegaskan bahwa program pengabdian masyarakat ini adalah bakti UMY untuk negeri khususnya di lokasi KKN 3 T, harapannya melalui program pengabdian masyarakat ini masyarakat desa Tliu mampu lebih berdaya mandiri dan berkemajuan baik secara ekonomi, pendidikan dan sosial.