Cegah Genangan, DPUPKP Sleman Intensifkan Perawatan Drainase
DPUPKP Sleman membagi tim pemeliharaan drainase di wilayah barat dan timur untuk menjaga saluran tetap berfungsi selama musim hujan.
Kendaraan melintas di depan TKP ABA beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA–Paguyuban Keluarga Besar TKP Abu Bakar Ali (ABA) di Kawasan Malioboro menolak langkah Dishub DIY yang mulai membagi relokasi juru parkir (jukir) dan pedagang ke sejumlah lokasi.
Wakil Ketua Paguyuban Keluarga Besar TKP ABA, Agil Suharyanto menyampaikan anggota paguyuban TKP ABA masih menolak rencana tersebut dan meminta agar jukir dan pedagang dipindah di satu lokasi. "Kita masih menolak. Kalau mau pindah ya pindah semua, harus semua jadi satu," katanya, Minggu (27/4/2025).
BACA JUGA: Banyak yang Tutup, Teras Malioboro Beskalan Sepi Pengunjung Meski Musim Libur
Dia menyampaikan pihaknya bertemu dengan Dishub DIY pada Jumat (25/4/2025). Dalam pertemuan tersebut, Dishub DIY menyampaikan akan membagi jukir dan pedagang di Parkir ABA ke sejumlah lokasi.
Menurut Agil, mereka keberatan dengan rencana tersebut. Hal itu lantaran belum semua jukir terakomodir. "Untuk juru parkir tetap ada di 30 titik tepi jalan umum, titiknya belum tahu. Padahal total jukir ada 95 orang," katanya.
Tidak hanya jukir, menurutnya, Dishub DIY juga akan memindahkan belasan pedagang ke Pasar Batikan dan sisanya akan diberikan pelatihan di BLKPP DIY. Selain itu, pedagang yang diberikan pelatihan rencananya akan difasilitasi untuk berjalan di Sunday Morning yang akan digelar di sekitar Kawasan Kota Baru. Meski begitu, dia mengaku pedagang menolak rencana tersebut.
Dia mengaku khawatir omzet pedagang akan menurun dengan pemindahan tersebut. Menurutnya, segmen pasar pedagang selama ini menyasar pada wisatawan. Dengan pemindahan tersebut pedagang khawatir omzet pedagang di sana menurun.
Meksi semakin mendekati batas waktu penggunaan TKP ABA, namun anggota paguyuban mengaku tidak ada rencana aksi dalam waktu dekat. Menurutnya pedagang juga akan tetap berjualan seperti biasa.
Sementara Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti masih belum dapat dikonfirmasi mengenai hal tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Pemda DIY akan membangun ruang terbuka hijau (RTH) di eks Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA). RTH di kawasan sumbu filosofi ini akan dibuat menjadi tiga zona, yakni zona publik, zona sosial dan zona alam.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, menjelaskan rencana pembuatan RTH di ABA untuk menunjang sumbu filosofi yang sudah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO.
“Kami mengidentifikasi mana yang bisa dipakai sebagai RTH di sepanjang Sumbu Filosofi, salah satunya di eks parkir ABA,” ujarnya, Kamis (17/4/2025).
Terkait dengan rencana tersebut, saat ini DLHK DIY baru sampai pada tahap pengusulan anggaran Detailed Engineering Design (DED). “Baru akan kami usulkan untuk penganggaran DED di perubahan Danais [Dana Keistimewaan] tahun 2025. Mudah-mudahan April/Mei sudah kelar, kemudian baru disusun DED-nya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPKP Sleman membagi tim pemeliharaan drainase di wilayah barat dan timur untuk menjaga saluran tetap berfungsi selama musim hujan.
Yusril menyatakan pemerintah akan mengevaluasi kewenangan penyadapan lembaga negara setelah Bareskrim menetapkan tiga tersangka kasus penyadapan ilegal.
Cek jadwal SIM Keliling dan layanan perpanjangan SIM Gunungkidul November 2026, termasuk lokasi, syarat dokumen, serta biaya SIM A dan C.
BPIP menegaskan Mahkamah Etik Nasional masih sebatas kajian. UII menjadi tuan rumah diskusi penyusunan naskah urgensi lembaga tersebut.
Bareskrim menyita 11 ponsel, satu iPad, dan empat flashdisk dalam penyidikan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.
Pakar pendidikan Ki Darmaningtyas menilai ketahanan keluarga dan edukasi berkelanjutan penting untuk mencegah radikalisme serta kekerasan remaja.